Jelang Piala Dunia 2026, Penolakan Wasit Omar Artan oleh Amerika Serikat Tuai Protes
BeritaNasional.com - Jelang Piala Dunia DIFA 2026, Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu tuan rumah kembali membuat kontroversi dengan menolak masuk wasit Somalia, Omar Artan ke negara tersebut. Hal ini menimbulkan kemarahan dan kekecewaan para penggemar dan pemain sepak bola di ibu kota Somalia, Mogadishu.
Melansir Viory pada Rabu (10/6/2026), imbas penolakan tersebut, wasit terbaik Afrika itu pun dikeluarkan dari daftar kemudian dipulangkan melalui perbatasan Bandara Internasional Miami oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP).
Berdasarkan rekaman video Viory, menunjukkan para pendukung memegang foto Artan selama pertandingan dan mengungkapkan kekecewaannya dengan keputusan tersebut.
“Kami sangat, sangat menyesal atas kasus Omar Artan,” kata pemain sepak bola Klub Gaadiidka, Asad Mohamed Abdi.
“Sebagai orang Somalia, kami semua mendukung Anda,” imbuhnya.
Salah satu suporter, Idman Aweys Ali mengatakan, keputusan itu telah menyebabkan frustrasi yang meluas di kalangan penggemar dan masyarakat luas.
“Masyarakat Mogadishu sangat sedih dengan apa yang terjadi,” kata Idman.
“Seluruh Afrika tidak senang dengan hal itu. Kami memberi tahu anak kami bahwa ini adalah negaranya, dan kami mencintainya,” ucapnya.
Perlu diketahui bahwa Omar Artan telah diakui sebagai wasit nomor satu Afrika, setelah memenangkan penghargaan Wasit Pria Terbaik CAF 2025 atas sepak terjangnya dalam pertandingan Liga Champions CAF dan kualifikasi Piala Afrika.
Pelarangan ini juga menuai kecaman internasional yang luas. Legenda sepak bola Inggris dan komentator olahraga Ian Wright mengecam kabar tersebut, yang menurutnya "menodai semangat inklusi global dan reputasi Piala Dunia".
Setibanya kembali di Istanbul, Artan mengeluarkan pernyataan bahwa ia tetap menanggapinya dengan positif seraya mendoakan kesuksesan para pemain dan teman-temannya di Piala Dunia.
"Terlepas dari keadaan tersebut, saya dalam suasana hati yang positif dan fokus pada masa depan. Saya berharap rekan-rekan saya sukses selama Piala Dunia," ucap Artan.
Di sisi lain, Departemen Luar Negeri AS menanggapi bahwa mereka memiliki 'kekhawatiran terkait pemeriksaan latar belakang' sehubungan dengan kasus tersebut. Somalia adalah salah satu dari beberapa negara dalam daftar larangan perjalanan menyusul penembakan dua anggota Garda Nasional oleh warga negara Afghanistan tahun lalu.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menggambarkan Somalia sebagai negara "kotor, menjijikkan, penuh kejahatan" dan mengklaim bahwa "satu-satunya keahlian mereka adalah mengejar kapal," terkait dengan tantangan pembajakan di lepas pantai Afrika Timur.
Insiden ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian skandal seputar peristiwa tersebut, di mana sebelumnya tim nasional Iran dilarang tinggal di AS akibat pembatasan visa oleh AS, sehingga timnas tersebut harus bermarkas di kota Tijuana, Meksiko.
Piala Dunia FIFA 2026 akan dimulai pada 11 Juni-19 Juli. Turnamen ini akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dan merupakan edisi pertama yang menampilkan 48 tim.
Sumber: Viory
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu






