Mengapa Trofi Piala Dunia Sangat Bernilai? Ini Faktanya

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:28 WIB
Trofi piala dunia. (BeritaNasional/FIFA)
Trofi piala dunia. (BeritaNasional/FIFA)

BeritaNasional.com -  Kompetisi bergengsi Piala Dunia baru saja berlalu. Pada setiap pegelarannya piala dunia 4 selalu menyisakan cerita epik ternasuk trofinya yang menjadi simbol supremasi tertinggi bagi para pesepak bola profesional. 

Bagi setiap pesepak bola, menyentuh dan mengangkat piala emas FIFA merupakan puncak dari segala impian. Keindahannya selalu berhasil mencuri perhatian siapa saja. 

Mungkin kamu penasaran trofi atau piala ini terbuat dari apa ya?  Sehingga dia sakral dan bernilai tinggi.

Yuks simak ulasan singkatnya berikut ini dilansir dari laman Pegadaian

 

1. Era Trofi Jules Rimet (1930-1970)

Trofi pertama ini awalnya dinamakan Victory atau biasa disebut dengan Coupe du Monde (Prancis untuk Piala Dunia). Lalu, diganti menjadi Jules Rimet pada 1946.

Tujuannya adalah untuk menghormati Presiden FIFA. Trofi dengan berat 3,8 kg dan tinggi 35 cm ini dirancang oleh pematung asal Prancis, Abel Lafleur.

Bahan untuk membuatnya, yaitu perak murni berlapis emas (sterling silver yellow gold-plated). Dasar piala terbuat dari batu semi mulia berwarna biru bernama lapis lazuli.

Pada masing-masing sisi pangkalan, terdapat lempengan emas yang melekat. Nama-nama negara yang memenangkan Piala Dunia akan diukir pada piala tersebut

 

2. Era Trofi FIFA Modern (1974-Sekarang)

Sejak 1974, FIFA menyajikan trofi Piala Dunia dengan versi terbaru karya seniman Italia, Silvio Gazzaniga, yaitu dua figur manusia yang mengangkat bola dunia.

Desain ini menggambarkan sebagai “kegembiraan kemenangan”. Trofi ikonik yang resmi diperkenalkan pada Piala Dunia 1974 di Jerman ini terbuat dari emas 18 karat berkadar 75%.

Sementara itu, dasarnya memiliki bahan dua lapisan perunggu. Tinggi trofinya adalah 36,5 cm dengan dasar melingkar berdiameter 13 cm dan terukir tulisan Piala Dunia FIFA.

Mengapa tidak 24 karat? Sebab, emas murni memiliki sifat yang lunak. Jadi, dibutuhkan campuran logam lain (25%) agar tetap kokoh ketika diangkat dalam perayaan kemenangan.

Menariknya, bagian dalam trofi ini berongga karena jika dibuat padat, maka beratnya akan mencapai 70-80 kg. Alhasil, berat yang sekarang, yaitu 6,175 kg dinilai lebih ideal.

 

Nilai Trofi Piala Dunia

Lebih dari logam murni biasa, trofi Piala Dunia merupakan piala olahraga paling mahal di dunia yang dinilai dari 2 aspek:

1. Nilai Sejarah dan Kelangkaan (Ekstrinsik)

Sebagai mahakarya seni yang tidak akan pernah diperdagangkan secara bebas, nilai valuasi trofi ini diperkirakan mencapai US$20 juta atau sekitar Rp310 miliar.

Angka tersebut jauh melampaui nilai dari piala olahraga lainnya, seperti Trofi Liga Champions Eropa atau Trofi NFL Super Bowl.

 

2. Nilai Bahan Baku (Intrinsik)

Berdasarkan berat emas 18 karat dan bahan pada dasar piala, nilai mentah trofi ini berkisar antara Rp4 miliar hingga Rp5,5 miliar. Angka ini bersifat fluktuatif karena bergantung harga emas dunia terkini.

 

Apakah Juara Piala Dunia Bisa Menyimpan Trofi Asli?

Tidak bisa. Negara yang dinyatakan sebagai juara dalam pertandingan Piala Dunia kini tidak lagi diperbolehkan membawa pulang trofi asli ke negaranya secara permanen.

Sebagai gantinya, pemenang dapat menyimpan replika resmi trofi Piala Dunia FIFA (FIFA World Cup Winner’s Trophy) yang terbuat dari perunggu berlapis emas (gold-plated bronze).

Hal ini berarti bahwa trofi asli merupakan properti eksklusif mutlak milik FIFA. Nantinya, trofi asli akan disimpan di Museum Sepak Bola FIFA di Zürich, Switzerland.

Kebijakan baru dari FIFA ini bukan tanpa alasan. FIFA mempertimbangkan faktor keamanan super ketat agar trofi asli tetap terlindungi dari risiko pencurian, kerusakan, dan kehilangan.

Jadi, aturan tersebut bersifat sangat sakral. Hanya ada dua kelompok orang di dunia yang boleh menyentuh trofi asli Piala Dunia tanpa menggunakan sarung tangan, antara lain:

Para pemain dan staf pelatih yang pernah memenangkan turnamen Piala Dunia (mantan juara atau juara bertahan).

Kepala negara dari suatu negara yang sedang menjabat, termasuk Presiden, Perdana Menteri, atau Raja.sinpo

Komentar: