Angka Kasus Kebakaran di Jakarta Turun Selama Ramadhan 2024

Oleh: Harits Tryan Akhmad
Sabtu, 20 April 2024 | 09:05 WIB
Ilustrasi kebakaran. (Foto/Freepik)
Ilustrasi kebakaran. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Angka frekuensi kebakaran di Jakarta saat bulan suci Ramadhan 1445 H/2024 mengalami penurunan dibanding pada tahun lalu yakni 2023. 

Menurut Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan, frekuensi kasus kebakaran selama ramadhan tercatat mengalami penurunan sekitar empat persen dibandingkan periode serupa tahun lalu. 

"Selama ramadhan telah terjadi 144 kasus kebakaran atau turun dari tahun lalu yang berjumlah 150 kejadian," ujar Satriadi, Sabtu (20/4/2024).. 

Satriadi menjelaskan, selama periode ini, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan frekuensi tertinggi kebakaran sebanyak 41 kejadian, disusul Jakarta Barat 33 kejadian, Jakarta Selatan 32 kejadian serta 19 kejadian di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. 

Sementara faktor dugaan penyebab kebakaran akibat korsleting listrik masih menjadi pemicu tertinggi sebesar 90 kasus, gas 17 kasus, rokok enam kasus, membakar sampah tiga kasus, lilin satu kasus dan lainnya 27 kasus. 

Kemudian, Satriadi turut merincikan objek yang terbakar selama periode ini terdiri dari bangunan perumahan 46 kejadian, instalasi luar gedung 36 kejadian, bangunan umum dan perdagangan 26 kejadian.

"Sisanya kendaraan 20 kejadian, lapak empat kejadian, bangunan industri dua kejadian, tumbuhan dua kejadian, sampah dua kejadian dan lain-lain enam kejadian," ungkap Satriadi.

Dia mengungkapkan, penurunan frekuensi kebakaran di Jakarta selama ramadhan berkat upaya sosialisasi pencegahan kebakaran yang dilakukan secara masif. 

Satriadi memaparkan, bentuk sosialisasi yang digencarkan jajarannya seperti stikerisasi pencegahan, woro-woro imbauan dan edukasi di lingkungan rumah tinggal serta publikasi konten iklan layanan masyarakat. 

 “Kini kita tidak hanya menunggu kebakaran datang. Tapi melakukan upaya preventif untuk mencegah kebakaran,” paparnya.

Satriadi menambahkan, pihaknya terus mendorong  partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam pencegahan kebakaran.

"Kami mengajak warga terus meningkatkan kewaspadaan diri terhadap bahaya kebakaran. Apabila terjadi kebakaran, warga diimbau melapor dengan menghubungi layanan Jakarta Siaga 112," tandasnya.
 sinpo

Editor: Harits Tryan Akhmad
Komentar: