5 Rumah Kontrakan di Cakung Hangus Terbakar, Diduga Akibat Kebocoran Regulator Kompor Gas
BeritaNasional.com - Kobaran api menghanguskan lima rumah kontrakan di Jalan Kayu Tinggi, RT 09/11, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur yang diterjunkan ke lokasi berjuang keras hingga akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah.
Peristiwa nahas ini diduga kuat dipicu oleh adanya kebocoran pada regulator kompor gas.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid mengatakan peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 22.12 WIB.
"Kami langsung mengerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran beserta 65 personel ke lokasi," ujar Abdul melalui keterangan persnya pada Jumat (17/7/2026).
Wahid menjelaskan, petugas tiba di lokasi pada 22.21 WIB dan bergerak cepat agar kobaran api yang sudah membesar bisa segera dipadamkan.
Langkah ini dilakukan guna mengisolasi pergerakan api di kawasan padat penduduk tersebut.
"Penanganan kebakaran tuntas pukul 23.58. Ada lima rumah kontrakan mengalami kerusakan dan menyebabkan delapan kepala keluarga (KK) berjumlah 12 jiwa kehilangan tempat tinggal," terangnya.
Pascakejadian, pemerintah setempat langsung bergerak cepat menyelamatkan para korban yang kehilangan tempat tinggal.
Wakil Camat Cakung Sigit Darmanto menambahkan para penyintas kebakaran dievakuasi ke Musala An Nur yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
"Bantuan kebutuhan dasar sudah kami ajukan ke Sudin Sosial, PMI, serta Baznas Bazis Jakarta Timur agar bisa segera didistribusikan," ungkapnya.
Sigit juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kesigapan serta kerja keras para petugas pemadam kebakaran di lapangan.
Berkat respons cepat mereka, api dapat dilokalisir sehingga tidak merembet luas ke bangunan lain di sekitarnya.
Kendati demikian, musibah ini menyisakan duka. Di tengah kepanikan warga saat kobaran api membesar, terdapat satu korban jiwa yang dilaporkan meninggal dunia.
"Saat terjadi kebakaran ada lansia yang meninggal diduga akibat serangan jantung," tandasnya.
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 17 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu





