Roblox Luncurkan Fitur Pembuat Game Berbasis AI di Ponsel, Developer Waswas

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 17 Juli 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi pembuatan game di Roblox. (Foto/doc Roblox.com)
Ilustrasi pembuatan game di Roblox. (Foto/doc Roblox.com)

BeritaNasional.com - Platform game populer Roblox resmi mengumumkan fitur baru bernama Build. Fitur inovatif ini memungkinkan para pengguna untuk merancang dan menciptakan game sendiri langsung dari perangkat seluler (ponsel) hanya dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Melalui fitur Build, siapa pun kini bisa menyulap perintah teks sederhana (prompt) menjadi sebuah game dasar tanpa perlu memiliki pengalaman pemrograman atau coding sama sekali.

Sebagai contoh, pengguna cukup mengetik kalimat seperti, "Mari kita buat permainan petualangan yang nyaman berlatar hutan lebat," dan sistem AI akan langsung menghasilkan draf awal game tersebut. 

Selanjutnya, pengguna tinggal memodifikasi dan membagikannya ke teman-teman mereka.

"Didukung oleh serangkaian model AI yang luas, termasuk model sumber terbuka (open-source) dan model milik Roblox, Build menangani mekanisme permainan, lingkungan, karakter, gaya visual, suara, dan banyak lagi," tulis manajemen Roblox dalam unggahan di blog resminya yang dikutip pada Jumat (17/7/2026).

Tuai Kekhawatiran di Kalangan Developer

Langkah Roblox ini sebenarnya bukan hal baru di industri teknologi. Raksasa teknologi lain seperti Google, Microsoft, dan Tencent telah mengembangkan alat serupa. 

Namun, kehadiran pembuat game berbasis AI ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan pengembang dan pemain.

Para kritikus menilai kemudahan membuat game hanya lewat ketikan teks berpotensi membanjiri platform dengan game berkualitas rendah dan repetitif.

Selain itu, persaingan di dalam platform akan semakin ketat karena para kreator lokal kini harus bersaing dengan konten-konten buatan AI yang diproduksi jauh lebih cepat.

Kekhawatiran ini sejalan dengan hasil survei State of the Game Industry dari Game Developers Conference tahun ini.

Survei tersebut menunjukkan bahwa 52 persen profesional di industri game percaya bahwa AI generatif membawa dampak negatif bagi industri mereka.

Strategi Roblox Filter Game Sampah

Guna mengatasi potensi membeludaknya game berkualitas rendah, Roblox sudah menyiapkan strategi khusus.

Mereka akan menyaring dan memberi peringkat game buatan AI ini berdasarkan retensi pemain (seberapa lama dan sering game tersebut dimainkan), mirip dengan sistem kurasi game lain yang sudah ada di platform.

"Sistem penemuan kami dirancang untuk menyoroti game dengan retensi jangka panjang, yang tidak termasuk game buatan AI yang buruk. Kualitas game di halaman utama tidak akan berubah: Jika tidak ada yang memainkannya, maka tidak akan ada yang bisa menemukannya. Tujuan dari semua alat baru ini adalah untuk terus mempercepat pembuatan game di semua level pengalaman," jelas pihak Roblox.

Jadwal Rilis dan Fitur Masa Depan

Fitur Build dijadwalkan masuk dalam tahap pengujian alpha publik pada 28 Juli 2026 mendatang. Uji coba awal ini baru tersedia untuk pengguna di Selandia Baru berusia sembilan tahun ke atas yang telah melakukan verifikasi usia.

Bagi pengguna berusia 16 tahun ke atas, mereka diberikan kesempatan untuk memublikasikan hasil kreasi AI mereka ke audiens global. Roblox akan menyediakan fitur ini dalam versi dasar yang gratis, serta opsi berbayar untuk fitur yang lebih canggih.

Tak berhenti di situ, Roblox juga tengah mengembangkan agen AI lain yang dapat membantu kreator melakukan uji coba game (playtesting) dan menyediakan analisis data performa. Fitur tambahan ini diproyeksikan rilis dalam beberapa bulan ke depan.

Komitmen Roblox pada teknologi AI memang kian agresif. Mereka juga sedang menggarap "model pembuatan adegan baru" yang mampu menciptakan seluruh lanskap 3D yang dapat diedit dan dimainkan hanya dari satu perintah teks.

Di sisi lain, pengumuman fitur AI ini muncul tidak lama setelah Roblox memutuskan untuk menghentikan "Roblox Connect", sebuah fitur panggilan video berbasis avatar yang sempat mereka perkenalkan pada 2023.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: