Perketat Perlindungan Anak, Roblox Luncurkan Fitur Parafrase Bahasa Kasar dalam Percakapan Game
BeritaNasional.com - Game online Roblox semakin ketat terhadap pelanggaran kebijakan komunitas dengan meluncurkan fitur baru berbasis artificial intelligent (AI) atau kecerdasan buatan yang mampu mengubah atau memparafrasekan kata-kata kasar secara otomatis di percakapan dalam game.
Melansir Engadget pada Senin (9/2/2026), Roblox sebelumnya telah menggunakan filter AI untuk memblokir kata atau frasa yang melanggar kebijakan komunitas. Namun, sistem tersebut hanya mengganti pesan yang disensor dengan tanda pagar (####), yang kerap membuat percakapan sulit dipahami.
Melalui fitur terbaru ini, kata atau kalimat yang dianggap tidak pantas diucapkan akan diganti dengan ungkapan yang lebih sopan oleh AI, sehingga alur percakapan tetap dapat dipahami oleh pemain namun dengan bahasa yang lebih sopan.
Chief Safety Officer Roblox Rajiv Bhatia mengatakan, tahap awal penerapan fitur ini difokuskan pada kata-kata kasar. Contohnya, jika seorang pemain menulis “Hurry TF up”, sistem akan menggantinya menjadi “Hurry up”.
Setiap pesan yang diubah pun akan disertai keterangan bahwa kalimat tersebut telah diparafrasekan oleh sistem. Pengirim pesan juga dapat melihat bagian bahasa yang telah disunting. Namun, pemain yang terus menggunakan kata-kata kasar tetap dapat dikenai sanksi karena melanggar kebijakan komunitas.
“Seiring sistem ini diperluas, hal tersebut dapat menciptakan efek berkelanjutan yang mendorong kesopanan, di mana umpan balik secara real-time membantu pengguna belajar dan menerapkan standar komunitas kami," jelas Rajib.
Saat ini, fitur parafrase terbaru ini diterapkan pada percakapan antara pengguna yang telah terverifikasi usianya dan berada dalam kelompok usia yang serupa, serta tersedia juga dalam berbagai bahasa yang didukung oleh sistem terjemahan Roblox.
Pada Januari lalu, Roblox juga memperkenalkan sistem verifikasi usia setelah muncul laporan yang menyebut platform tersebut memiliki masalah terkait keamanan anak, termasuk dugaan bahwa pemain dewasa menggunakan game ini untuk mendekati anak-anak secara tidak pantas.
Guna mencegah hal itu, pengguna berusia di bawah 13 tahun kini tidak lagi dapat menggunakan fitur obrolan dalam game, sementara pemain lain hanya dapat berkomunikasi dengan pengguna yang berada pada rentang usia yang sama.
Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya meredam kritik. Pemerintah Los Angeles County di Amerika Serikat pada Februari mengajukan gugatan yang menilai Roblox mengetahui bahwa platformnya berpotensi membuat anak-anak rentan terhadap pedofilia.
Gugatan serupa juga diajukan oleh jaksa agung negara bagian Louisiana yang menuduh platform tersebut tidak cukup dalam melindungi pengguna anak dari predator seksual.
Sumber: Antara
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






