Dongkrak Konsumsi Domestik, Program Belanja Nasional 2025 Tembus Transaksi Rp393,79 Triliun

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 17 Juli 2026 | 12:00 WIB
Warga melihat pakaian di Pasar Senen, Jakarta, Minggu (3/5/2026).(Beritanasional/Oke Atmaja)
Warga melihat pakaian di Pasar Senen, Jakarta, Minggu (3/5/2026).(Beritanasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan capaian gemilang dari Program Belanja Nasional 2025 yang digelar bersama berbagai asosiasi usaha. 

Sepanjang tahun lalu, program strategis ini sukses membukukan nilai transaksi fantastis mencapai Rp393,79 triliun.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan tingginya angka transaksi ini menjadi bukti nyata bahwa daya beli dan konsumsi masyarakat Indonesia masih sangat kuat sekaligus menjadi motor penggerak utama roda perdagangan domestik.

“Sepanjang tahun 2025, total nilai transaksi yang tercatat dari program ini sebesar Rp393,79 triliun. Angka ini tentu bukan sekadar statistik, melainkan gambaran riil bahwa konsumsi masyarakat Indonesia masih tumbuh di pasar dalam negeri yang terus bergerak,” kata Budi dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI Pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKBP) APBN Tahun Anggaran 2025 yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Sebagai upaya nyata untuk terus memajukan produk lokal, Kemendag telah memberikan pendampingan intensif kepada 38.356 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sepanjang 2025. Pendampingan tersebut dibagi ke dalam tiga fokus utama pemberdayaan.

Pertama, peningkatan daya saing yang berhasil menyasar 34.746 UMKM. Kedua, perluasan akses pasar melalui pameran dan kemitraan strategis untuk 2.222 UMKM. 

Ketiga, kampanye agar produk lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri yang diikuti oleh 1.389 UMKM, salah satunya lewat gerakan inspiratif "Kamis Pakai Lokal".

Tidak hanya berjaya di pasar domestik, Kemendag juga sukses mengantar para pelaku usaha lokal menembus pasar global lewat program unggulan "UMKM Bisa Ekspor". 

Melalui program ini, telah digelar sebanyak 622 kegiatan business matching sepanjang 2025 yang melibatkan 1.217 pelaku usaha dengan total 1.962 keikutsertaan. Langkah agresif tersebut berhasil mencetak potensi transaksi luar negeri senilai 134,87 juta dolar Amerika Serikat (AS).

“Produk UMKM yang paling diminati meliputi hasil perikanan, home decor dan furnitur, kopi, produk kesehatan dan perawatan tubuh, rempah-rempah, makanan dan minuman, produk pertanian dan perkebunan, fesyen, makanan ringan, molasses (pengganti gula), rumput laut, produk turunan kelapa, hingga pakaian renang,” ujar Budi.

Di dalam negeri, Kemendag terus memperketat tata kelola distribusi logistik. Langkah ini diperkuat melalui pemantauan harga bahan pokok menggunakan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), pengawasan perdagangan demi melindungi hak konsumen, serta optimalisasi Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas.

Guna membentengi industri nasional dari gempuran produk asing, pemerintah juga menerapkan instrumen proteksi dagang yang ketat. Sepanjang tahun 2025, kebijakan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) diberlakukan untuk melindungi sektor tekstil dan produk tekstil (termasuk benang dan kain kapas) serta produk keramik. Selain itu, produk strategis seperti hot-rolled plate dan nylon film turut diproteksi melalui instrumen Bea Masuk Anti Dumping (BMAD).

Mendag Budi Santoso memaparkan bahwa pihaknya terus berupaya membuka lebar-lebar akses pasar internasional melalui berbagai perjanjian dagang bilateral dan regional.

Beberapa di antaranya meliputi Indonesia-Peru CEPA, Indonesia-Canada CEPA, serta peningkatan (upgrading) pada perjanjian ATIGA, ACFTA, dan IUAE-CEPA.

Prestasi membanggakan juga diukir Indonesia di panggung hukum internasional. 

Kemendag tercatat sukses memenangkan sejumlah sengketa dagang di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk komoditas strategis nasional, seperti biodiesel, baja nirkarat, serta produk sawit. Keberhasilan menyelesaikan hambatan dagang luar negeri ini berhasil menyelamatkan potensi akses pasar ekspor Indonesia dengan nilai mencapai Rp7,34 triliun.

Melengkapi catatan impresif tersebut, upaya promosi dagang skala masif juga terus digenjot, salah satunya lewat gelaran Trade Expo ke-40 yang sukses meraup transaksi luar biasa sebesar 22,8 miliar dolar AS. Untuk menjaga keberlanjutan ekspor ke depan, Kemendag kini telah meresmikan empat pusat ekspor baru yang tersebar di wilayah strategis, yakni di Surabaya, Makassar, Batam, dan Balikpapan.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: