Utang Luar Negeri Indonesia Menurun

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Senin, 16 Desember 2024 | 23:00 WIB
Ilustrasi utang (Foto/Pixabay)
Ilustrasi utang (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2024 turun menjadi sebesar 423,4 miliar dolar AS, dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2024 yang sebesar 428,5 miliar dolar AS.

“Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 7,7 persen year on year (yoy), menurun dibandingkan 8,5 persen yoy pada September 2024. Penurunan tersebut bersumber dari ULN sektor publik dan swasta,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso.

Ramdan menjelaskan, ULN pemerintah menurun pada Oktober 2024 menjadi sebesar 201,1 miliar dolar AS, dibandingkan dengan posisi pada September 2024 yang tercatat sebesar 204,1 miliar dolar AS. Secara tahunan, ULN pemerintah mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,6 persen (yoy).

“Penurunan posisi ULN pemerintah bersumber dari turunnya posisi pinjaman dan surat utang,” tuturnya.

Pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden dan akuntabel untuk mendapatkan pembiayaan yang paling efisien dan optimal.

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor prioritas dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan pengelolaan ULN.

ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (21 persen) dari total ULN pemerintah, administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (19,1 persen), jasa pendidikan (16,8 persen), konstruksi (13,5 persen), serta jasa keuangan dan asuransi (9,1 persen).

“Posisi ULN pemerintah tetap terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah,” ujarnya dikutip dari Antara.

Sedangkan posisi ULN swasta pada Oktober 2024 tercatat sebesar 195,1 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan 196,7 miliar dolar AS pada September 2024.

Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,4 persen (yoy). Kontraksi pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari perusahaan lembaga keuangan (financial corporations) dan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 3,1 persen (yoy) dan 0,9 persen (yoy).sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: