Kim Jong Un Tegaskan Penguatan Angkatan Laut dalam Pencegahan Nuklir

Oleh: Kiswondari
Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:31 WIB
Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un (Foto/PBS)
Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un (Foto/PBS)

BeritaNasional.com - Jelang kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong un mengunjungi kapal perusak angkatan laut Kang Kon untuk mengawasi uji navigasi, seraya menegaskan visinya untuk memperkuat kemampuan angkatan laut negara dan perluasan perannya dalam pencegahan nuklir.

Berdasarkan video yang dilansir dari Viory pada Sabtu (6/6/2026), terlihat Kim Jong un didampingi putrinya Kim Ju ae, memeriksa sistem angkatan laut dan mengamati operasi di atas kapal saat berlayar di lokasi yang dirahasiakan pada Kamis (4/6/2026).

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan, Kim juga menekankan perlunya pengembangan angkatan laut secara cepat agar menjadi kekuatan yang "mampu secara andal mengambil alih sebagian dari pencegahan perang nuklir", serta menggambarkan modernisasi angkatan laut sebagai komponen kunci dari strategi pertahanan negara.

Kim juga mengatakan, membangun angkatan laut yang kuat, mampu melakukan operasi baik di atas maupun di bawah air dan berkontribusi pada pencegahan nuklir adalah 'tugas inti terpenting' dari rencana pembangunan pertahanan nasional lima tahun Partai Buruh Korea yang berkuasa.

Kim yakin bahwa proyek-proyek angkatan laut utama, termasuk pengembangan 'senjata rahasia bawah air' dan pembangunan kapal perusak berbobot 10.000 ton, akan diselesaikan oleh industri pertahanan dan sektor ilmiah negara itu, dan memerintahkan pengoperasian kapal perusak Choe Hyon dan Kang Kon 'sesegera mungkin'.

Kabar ini disampaikan menjelang kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Korea Utara pada tanggal 8-9 Juni, setelah serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan Donald Trump dan Vladimir Putin bulan lalu.

Sebagai informasi, kapal perusak Kang Kon berbobot 5.000 ton telah menghadapi beberapa kendala selama pengembangannya. Kapal perusak tersebut terbalik dan mengalami kerusakan selama upaya peluncuran awalnya pada Mei 2025, yang mendorong Kim untuk mengutuk insiden tersebut sebagai tindakan 'kelalaian mutlak' dan 'ketidakbertanggungjawaban'. Kim kemudian memerintahkan perbaikan kapal tersebut sebelum pertemuan penting partai pada akhir tahun itu.

Sumber: Viorysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: