Polisi Masih Buru Pembunuh Artis Sandy Permana, Pemeran Sinetron Mak Lampir

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 14 Januari 2025 | 11:12 WIB
TKP penemuan Aktor sinetron Mak Lampir, Sandy Permana. (Foto/Istimewa)
TKP penemuan Aktor sinetron Mak Lampir, Sandy Permana. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com -  Polres Metro Bekasi Kabupaten masih berupaya untuk memburu pelaku pembunuhan terhadap korban artis sinetron Mak Lampir Sandy Permana, yang ditemukan tewas pada Minggu (12/1/2025).

"Sekarang sedang kita lakukan pencarian. (Terduga pelaku) satu orang," kata Kasatreskrim Polres Bekasi Kabupaten, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar saat dikonfirmasi, Selasa (14/1/2025).

Meski belum menjelaskan siapa terduga pelaku pembunuhan itu, namun dari keterangan saksi dan barang bukti, polisi telah berhasil mengantongi identitas pelaku yang diperkirakan adalah tetangga Sandy.

"Iya, dugaannya begitu (dibunuh tetangganya)," kata dia.

Sementara untuk kronologi kejadian, ditemukan fakta bahwa Sandy Permana sempat berkelahi dengan tetangganya yang diduga menjadi pelaku pembunuhan tersebut.

"Berdasarkan fakta yang ditemukan, diduga ada saksi yang melihat seorang laki-laki yang sedang berkelahi dengan korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya, Senin (13/1/2025).

Perkelahian itu terjadi dalam rentang waktu ketika Sandy sempat berbicara hendak bertemu dengan seseorang di sekitaran danau.

"Korban mengendarai motor listrik menuju danau untuk menemui seseorang," kata Ade Ary.

Setengah jam kemudian, ia menuju rumah temannya yang berinisial LA. Saat itu, kondisinya sudah berlumuran darah yang diperkirakan akibat perkelahian, hingga akhirnya jatuh tidak sadarkan diri.

"Kemudian, korban dibawa ke rumah sakit, namun korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya, korban dibawa ke RS Kramat Jati untuk divisum," jelas Ade Ary.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan beberapa luka tusuk pada tubuh korban, seperti di dada, perut, hingga bagian leher belakang.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: