Negara-negara Eropa Perketat Larangan Perjalanan ke AS, Ada Apa?

BeritaNasional.com - Sejumlah negara Eropa memperketat larangan perjalanan ke Amerika Serikat (AS) dengan memperbarui aturan keluar negeri pada pekan ini.
Hal tersebut seiring dengan adanya insiden serangkaian penahanan warga negara Eropa, termasuk warga negara Jerman, saat tiba di AS.
Kantor Luar Negeri Jerman menyatakan pihaknya menanggapi serius insiden yang melibatkan wisatawan Jerman.
"Kami telah mengklarifikasi dan sekarang dengan jelas menekankan bahwa persetujuan Sistem Elektronik untuk Otorisasi Perjalanan (ESTA) atau visa AS tidak, dalam setiap kasus, mengizinkan masuk ke Amerika Serikat," ujar seorang juru bicara kepada Tagesschau dari lembaga penyiaran publik ARD yang dikutip dari Xinhua News pada Senin (24/3/2025).
Pembaruan peringatan ini dipicu oleh laporan penahanan tiga warga negara Jerman di titik masuk AS, termasuk seorang pemegang kartu hijau. Dua di antaranya telah kembali ke Jerman.
Menyusul insiden tersebut, Inggris juga merevisi saran perjalanan mereka dengan memperingatkan tentang penegakan hukum imigrasi AS yang ketat.
"Anda mungkin akan ditangkap atau ditahan jika melanggar aturan," demikian peringatan dari Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan pada Kamis (20/3/2025).
Kantor luar negeri Inggris mengonfirmasi awal bulan ini bahwa mereka memberikan dukungan kepada seorang warga negara Inggris yang dilaporkan ditahan di perbatasan Amerika Serikat.
Finlandia juga mengeluarkan pembaruan serupa pada Jumat (21/3/2025) untuk memperingatkan bahwa dokumen perjalanan yang sah sekalipun tidak menjamin masuk berdasarkan kebijakan AS saat ini.
Kementerian Luar Negeri Finlandia juga menyoroti perubahan terbaru yang mengharuskan pemohon visa atau ESTA untuk menyatakan jenis kelamin dan jenis kelamin saat lahir yang dapat mengakibatkan penolakan masuk jika ditemukan ketidakkonsistenan.
Selain itu, otoritas Finlandia memperingatkan para pelancong untuk menghindari pertemuan besar di kota-kota besar AS, dengan alasan risiko demonstrasi bermotif politik yang dapat berubah menjadi kekerasan.
Menurut lembaga penyiaran Finlandia Yle, pengetatan peringatan ini mencerminkan perkembangan kebijakan imigrasi AS di bawah masa jabatan baru Presiden Donald Trump.
9 bulan yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 5 jam yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu