Panduan Takbiran 2025 yang Diterbitkan oleh Kementerian Agama

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 29 Maret 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi takbiran. (Foto/Kemenag).
Ilustrasi takbiran. (Foto/Kemenag).

BeritaNasional.com - Kementrian Agama (Kemenag) telah menerbitkan edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1446 H, salah satunya memuat ketentuan takbiran. 

Pelaksanaan takbiran Idul Fitri dapat dilakukan di masjid, musala, atau tempat lain dengan tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan. 

Ketentuan dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 2 tahun 2025 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, yang berbunyi, "Umat Islam dianjurkan untuk mengisi dan meningkatkan syiar pada bulan Ramadan hingga takbiran Idul Fitri di masjid, musala, dan tempat lain dengan tetap menjaga suasana ketertiban, keamanan, dan kenyamanan."

Menurut edaran yang diteken 14 Maret 2025 tersebut, Menag Nasaruddin Umar mengimbau bahwa umat Islam beribadah saat Ramadan dan Idul Fitri dengan menyenangkan dan menenangkan sesuai dengan ketentuan syariat, dan menjunjung tinggi toleransi.

Takbiran Idul Fitri dilakukan mulai malam Hari Raya Idul Fitri, tepatnya setelah Ramadan berakhir. 

Pemerintah akan menetapkan Hari Raya Idul Fitri 2025 dalam sidang isbat yang dijadwalkan pada Sabtu, 29 Maret 2025. 

Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar yang diterjemahkan oleh Arif Hidayat mengatakan, disunnahkan takbiran Idul Fitri pada malam hari raya hingga imam berdiri memimpin salat Id pada pagi harinya. 

Selanjutnya, sunnah dilanjutkan dengan takbir setelah salat atau dalam semua keadaan. 

Para sahabat meriwayatkan sejumla bacaan takbir Idul Fitri, mereka berpendapat bahwa boleh hukumnya takbiran dengan lafaz yang biasa diucapkan orang-orang sebagai berikut.

للهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

Latin: Allaahu akbar allaahu akbar allaahu akbar. laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd

Artinya: "Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan Allah maha besar, Allah maha besar dan segala puji bagi Allah."

Imam al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin, memaparkan bacaan takbir Idul Fitri dengan lafaz berikut ini,

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً لا إِلَهَ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَلَهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Artinya: "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Kabiiran. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Dia, tiada sekutu bagi-Nya walaupun dibenci orang-orang kafir."

(Nadira Lathiifah)sinpo

Editor: Harits Tryan Akhmad
Komentar: