Bandara Ngurah Rai Pastikan Tidak Ada Penumpang Tercecer saat Nyepi

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 29 Maret 2025 | 14:00 WIB
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Foto/wikipedia).
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Foto/wikipedia).

BeritaNasional.com - Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, memastikan tidak ada penumpang yang tercecer selama perayaan Hari Suci Nyepi. Hal ini disampaikan oleh General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, setelah melakukan penyisiran di seluruh area bandara pada Sabtu (29/3/2025).

Selama Hari Suci Nyepi, operasional bandara dihentikan selama 24 jam, mulai pukul 06.00 WITA pada Sabtu hingga pukul 06.00 WITA pada Minggu, 30 Maret 2025. Sebelum penghentian sementara ini, pihak bandara telah memastikan seluruh area steril dari penumpang.

“Sebelum penghentian sementara operasional bandara, kami telah melakukan penyisiran di seluruh area untuk memastikan tidak ada penumpang yang masih berada di dalam bandara,” ujar Ahmad Syaugi dikutip dari Antara, Sabtu (29/3/2025).

Selain memastikan tidak ada orang selain petugas jaga, pengelola bandara juga memastikan bahwa semua lampu di area terminal maupun perkantoran telah dipadamkan sesuai dengan aturan Catur Brata Penyepian. 

Petugas yang berjaga di ruang kontrol AOCC (pusat kendali bandara) juga memantau situasi secara langsung untuk memastikan Nyepi di Bandara Ngurah Rai berlangsung lancar.

Dengan penghentian operasional ini, jadwal penerbangan telah disesuaikan, termasuk penempatan 19 pesawat yang diparkir di apron guna mempermudah dimulainya kembali aktivitas penerbangan setelah Nyepi. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengistirahatkan fasilitas bandara.

Sementara, Sekretaris Desa Adat Tuban Gede, Agus Suyasa, menambahkan bahwa pecalang Desa Adat Tuban telah berkoordinasi dengan pihak bandara untuk menjaga keamanan selama Nyepi. 

Mereka membentuk dua pos penjagaan di sekitar pagar bandara, masing-masing dijaga oleh enam petugas pecalang. Dengan pengamanan ini, suasana di Bandara Ngurah Rai tetap kondusif selama perayaan Nyepi.

"Kami sudah atensi dari Nyepi sebelumnya, sudah punya kerja sama, sebab kami Desa Tuban sebagai penyangga bandara, sebagai penjaga ring tiga atau sepanjang pagar bandara kami menjaga keamanan," ujarnya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Harits Tryan Akhmad
Komentar: