Sekitar 700 Warga Muslim Myanmar Tewas Akibat Gempa

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Rabu, 02 April 2025 | 23:00 WIB
Ilustrasi gempa (Foto/TR)
Ilustrasi gempa (Foto/TR)

BeritaNasional.com - Sekitar 700 warga Muslim dilaporkan berada di antara ribuan orang yang tewas akibat gempa besar bermagnitudo 7,7 di Myanmar pada Jumat (28/3) lalu. Hal ini menurut organisasi Islam setempat.

Gempa tersebut mengguncang Myanmar pada Jumat siang, bertepatan dengan waktu Shalat Jumat ketika warga Muslim Myanmar yang bukan berasal dari etnis Rohingya berhimpun di masjid-masjid.

The Irrawaddy, situs media yang dijalankan eksil Myanmar di Thailand, melaporkan pada Senin bahwa 60 masjid di Mandalay dan Sagaing, wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa, hancur.

Mengutip informasi dari organisasi Islam Spring Revolution Myanmar Muslim Network, The Irrawaddy menyebut sebagian besar masjid yang runtuh akibat gempa dibangun pada abad ke-19.

Selain di Mandalay dan Sagaing, masjid-masjid di kawasan Naypyitaw, Pyinmana, Pyawbwe, Yamethin, Thazi, Meiktila, Kyaukse, dan Paleik, juga dilaporkan mengalami kerusakan.

“Kami memperkirakan jumlah korban akan tinggi karena gempa bumi melanda saat Shalat Jumat, dan terlebih saat itu masih bulan Ramadhan. Kami belum punya jumlah yang pasti, tapi kami tahu jumlahnya mencapai ratusan,” kata Ko Shaki, sebagaimana laporan media itu.

Sekurangnya 18 masjid di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, rusak, ucap dia, sembari menambahkan bahwa masjid-masjid berusia ratusan tahun tersebut sama sekali belum pernah direnovasi.

“Kami tidak diizinkan melakukan perbaikan dan pemeliharaan masjid di masa pemerintahan terdahulu,” tutur Ko Shaki.

Dia juga menyoroti adanya andil kelompok ultranasionalis yang dibekingi militer Myanmar, Asosiasi Perlindungan Ras dan Agama (Ma Ba Tha), dalam menghasut sentimen anti-masjid di negara itu.

Pada 2017, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan soal memburuknya kondisi masjid-masjid bersejarah di Myanmar dan menyoroti adanya penolakan atas pemeliharaan rutin masjid.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: