Tragedi Gempa Myanmar: Korban Tewas Bertambah 2.800 Jiwa

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 03 April 2025 | 10:32 WIB
Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar. (Foto/Doc. UN)
Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar. (Foto/Doc. UN)

BeritaNasional.com -  Bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar pekan lalu terus menelan korban jiwa. Hingga Rabu (3/4/2025), jumlah korban tewas telah melampaui 2.800 orang, sementara lebih dari 4.600 lainnya mengalami luka-luka.

Lima hari pasca-gempa, kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan. Ratusan orang dilaporkan terperangkap di bawah reruntuhan di Mandalay kota terbesar kedua di Myanmar yang terletak dekat pusat gempa.

Upaya penyelamatan mengalami kendala besar akibat keterbatasan alat berat serta akses yang sulit ke lokasi terdampak.

Krisis Kemanusiaan di Tengah Perang Saudara

Myanmar yang sejak 2021 berada dalam gejolak perang saudara kini menghadapi bencana yang semakin memperparah situasi kemanusiaan. Dampak gempa ini mendorong tiga kelompok bersenjata etnis minoritas yang tergabung dalam Aliansi Tiga Bersaudara yakni Tentara Arakan, Tentara Aliansi Demokrasi Nasional Myanmar, dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang mengumumkan gencatan senjata sepihak selama satu bulan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran operasi kemanusiaan bagi para korban terdampak.

Selain itu, pemerintahan paralel yang dibentuk oleh kubu pro-demokrasi Myanmar yang sebelumnya terguling akibat kudeta militer 2021 juga menyatakan akan menahan diri dari konflik untuk sementara waktu.

Namun, di sisi lain, militer Myanmar belum memberikan sinyal untuk menghentikan serangan mereka. Beberapa laporan media lokal menyebut bahwa junta masih terus melancarkan serangan udara di wilayah yang dikuasai pasukan oposisi, meskipun bencana sedang berlangsung.

Upaya Internasional untuk Menolong Korban

Di tengah situasi darurat ini, bantuan dari komunitas internasional mulai berdatangan. Lebih dari 1.500 tenaga penyelamat asing telah diterjunkan untuk membantu operasi evakuasi dan penanganan korban.

Pada Rabu, tim medis asal Jepang tiba di Yangon dengan membawa berbagai pasokan bantuan darurat, termasuk perlengkapan sanitasi, air bersih, serta alat pemurni air untuk para pengungsi.

Sementara tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun, harapan kini bertumpu pada sinergi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan pihak-pihak yang bersedia menangguhkan konflik demi keselamatan warga Myanmar.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: