Duh! Harga iPhone Bisa Melonjak 40 Persen Akibat Kebijakan Tarif Impor Donald Trump

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 04 April 2025 | 05:49 WIB
Ilustrasi iPhone. (BeritaNasional/Doc. Apple)
Ilustrasi iPhone. (BeritaNasional/Doc. Apple)

BeritaNasional.com -  Baru-baru ini, keputusan Presiden AS, Donald Trump, untuk mengenakan tarif impor yang besar terhadap sejumlah negara, termasuk China, dapat mempengaruhi harga iPhone di seluruh dunia.

Hal ini dapat berdampak signifikan, khususnya bagi konsumen Indonesia, karena sebagian besar produksi iPhone masih dilakukan di China, yang kini dikenakan tarif sebesar 54%.

Seperti yang diprediksi oleh sejumlah analis, harga iPhone bisa melonjak hingga 30%-40% jika biaya tambahan akibat tarif tersebut dibebankan langsung kepada konsumen.

Peningkatan Harga iPhone

Sebagai contoh, model iPhone 16 termurah yang saat ini dijual dengan harga USD 799 di pasar Amerika, dapat naik menjadi sekitar USD 1,142 atau setara dengan Rp 18.000.000, jika tarif tersebut diteruskan ke konsumen.

Bahkan, model iPhone 16 Pro Max yang lebih mahal, yang saat ini dijual dengan harga USD 1599, bisa melonjak menjadi hampir USD 2,300 atau sekitar Rp 35.000.000.

Proyeksi ini berdasarkan analisis dari Rosenblatt Securities yang memperkirakan kenaikan harga sebesar 43% untuk menutupi tarif impor.

Apple Hadapi Pilihan Sulit

Meskipun beberapa produksi iPhone telah dipindahkan ke Vietnam dan India, mayoritas perangkat masih dibuat di China, yang terkena tarif tinggi. Apple menghadapi dilema besar: apakah akan menyerap biaya tambahan ini atau meneruskannya kepada konsumen?

Meskipun sebelumnya Apple pernah mendapatkan pengecualian tarif untuk produk tertentu, kali ini kebijakan Trump lebih ketat dan tanpa pengecualian.

Analisis dari Rosenblatt Securities menunjukkan bahwa Apple perlu menaikkan harga iPhone setidaknya 43% untuk mengimbangi biaya tarif ini.

Namun, ini bisa menambah beban bagi konsumen dan mempengaruhi penjualan iPhone yang telah mengalami stagnasi di pasar utama seperti Amerika Serikat, China, dan Eropa.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: