Mengenal Festival Qingming: Sejarah, Tradisi, hingga Pantangan di Hari Peringatan Leluhur

BeritaNasional.com - Festival Qingming yang diperingati pada sekitar 4-6 April 2025 merupakan tradisi penting bagi masyarakat Tionghoa untuk menghormati leluhur, memohon perlindungan, dan mengenang anggota keluarga yang telah meninggal.
Di hari yang penuh khidmat ini, terdapat berbagai tradisi dan pantangan yang perlu diperhatikan.
Asal Usul dan Makna Festival Qingming
Dilansir dari laman id.rti.org.tw, awalnya "Qingming" merujuk pada salah satu periode dalam kalender pertanian. Seiring waktu, Qingming berkembang menjadi hari untuk mengenang leluhur, terkait erat dengan Festival Hanshi (Festival Makanan Dingin).
Festival Hanshi mengharuskan masyarakat untuk tidak menyalakan api dan hanya mengonsumsi makanan dingin.
Karena kedekatan waktu kedua festival, tradisi membersihkan makam pada Festival Hanshi bergeser ke Festival Qingming sejak Dinasti Song.
Kisah Jie Zhitui, seorang menteri setia yang rela mengorbankan diri untuk Pangeran Ji Chong'er, menjadi asal mula tradisi ini.
Untuk mengenang Jie Zhitui, Duke Wen dari Jin menetapkan hari kematiannya sebagai Festival Hanshi dan hari setelahnya sebagai Festival Qingming.
Tradisi Festival Qingming
Selain membersihkan makam, tradisi Qingming mencakup: Menanam tanaman hijau (Cha Qing): Sebagai pengganti tradisi memetik ranting willow, masyarakat menanam tanaman hijau seperti pohon willow, rumput, dan bunga di sekitar makam.
Persembahan: Masyarakat mempersiapkan persembahan makanan dan berkumpul di makam leluhur untuk membersihkan, menata persembahan, membakar dupa, dan memberikan penghormatan.
Persembahan Makanan: Sebelum menghormati leluhur, mereka menyembah Dewa Tanah dengan persembahan seperti tiga jenis hewan kurban, kue tradisional, mi, teh, dan uang kertas.
Kemudian, persembahan untuk leluhur meliputi bunga, buah, hewan kurban, kue, dan sayuran vegetarian. Penting untuk menghindari persembahan daging sapi, anjing, makanan laut dan buah yang memiliki banyak biji atau berongga.
Pantangan saat Ziarah Makam di Qingming
Beberapa pantangan yang perlu diperhatikan saat berziarah:
Wanita hamil dan menstruasi disarankan untuk tidak berziarah.
Hindari bercanda dan mengambil foto yang tidak pantas di makam.
Hindari pakaian berwarna terang seperti merah atau ungu.
Orang dengan kondisi kesehatan kurang baik sebaiknya tidak berziarah.
Waktu terbaik untuk berziarah adalah setelah jam 7 pagi dan sebelum jam 3 sore.
Setelah berziarah, jaga suasana hati tetap tenang dan mandi dengan sabun herbal.
Dengan memahami asal usul, tradisi, dan pantangan Qingming, masyarakat Tionghoa dapat melaksanakan ziarah dengan khidmat dan penuh penghormatan.
9 bulan yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 22 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu