Starmer Bakal Gelar Pertemuan dengan Pemimpin Dunia Bahas Tarif Baru Trump

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 05 April 2025 | 23:00 WIB
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer. (Foto/Gov.uk)
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer. (Foto/Gov.uk)

BeritaNasional.com - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dijadwalkan akan mengadakan serangkaian pembicaraan dengan sejumlah pemimpin dunia pada akhir pekan ini.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran global terkait kebijakan tarif yang baru-baru ini diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Demikian disampaikan oleh Downing Street pada Jumat (4/4/2025).

Fokus utama dari pertemuan-pertemuan tersebut adalah untuk membahas upaya kolektif yang dapat diambil oleh berbagai negara dalam menanggapi langkah-langkah perdagangan yang diterapkan oleh pemerintahan Trump.

Dalam konferensi pers pagi, juru bicara kantor perdana menteri mengungkapkan bahwa meskipun rincian mengenai siapa saja pemimpin yang akan berdiskusi dengan Starmer belum dapat diumumkan, urgensi untuk melakukan pembicaraan ini muncul karena pentingnya memperkuat kerja sama dengan sekutu-sekutu global.

Hal ini dipandang krusial mengingat perubahan signifikan yang terjadi dalam perekonomian dunia akibat kebijakan tarif AS.

“Kami sangat menyadari bahwa lanskap ekonomi global tengah mengalami pergeseran. Hal ini berarti kami memiliki tanggung jawab untuk bekerja lebih erat dengan negara-negara lain demi menjaga stabilitas dan memperkuat kemitraan di luar negeri,” kata juru bicara tersebut.

Ia menambahkan bahwa Perdana Menteri akan memanfaatkan akhir pekan ini untuk berdialog dengan para pemimpin internasional guna membahas isu-isu krusial ini secara mendalam.

Pembicaraan ini menyusul pernyataan Starmer sehari sebelumnya yang menilai bahwa tarif yang diberlakukan oleh Trump bukanlah sekadar “langkah taktis jangka pendek,” melainkan merupakan awal dari sebuah “era baru” dalam tatanan hubungan perdagangan global.

Ketika ditanya mengenai dukungan Starmer terhadap pendekatan yang diusulkan oleh ekonom Jim O’Neill – yang menyarankan agar negara-negara di luar AS mempererat kerja sama perdagangan bebas dan secara efektif mengambil jalur alternatif di luar Washington.

“Fokus Perdana Menteri saat ini adalah memperkuat keterlibatan dengan mitra global kami, dan Anda akan melihat buktinya akhir pekan ini,” kata jubir itu.

Juru bicara itu juga menegaskan kembali posisi pemerintah Inggris yang akan mengedepankan pendekatan “tenang, rasional, dan pragmatis” dalam setiap kebijakan yang diambil, dengan penekanan bahwa seluruh tindakan pemerintah harus “berlandaskan pada kepentingan nasional.”

Sebagai informasi, pada Rabu (2/4) lalu, Presiden Trump mengumumkan pemberlakuan tarif minimal sebesar 10 persen untuk seluruh impor dari berbagai negara, termasuk Inggris. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada hari Sabtu.

Meskipun tarif 10 persen terhadap produk-produk asal Inggris dinilai akan membawa dampak, menurut Starmer, para importir barang-barang Inggris masih berada dalam posisi yang relatif lebih baik karena tidak dikenakan tarif yang lebih tinggi seperti yang diterapkan pada Uni Eropa (20 persen), China (54 persen), atau Vietnam (46 persen).

Namun, kekhawatiran akan potensi dampak jangka panjang dari kebijakan tarif AS ini tetap menjadi perhatian utama bagi Inggris dan mitra dagang global lainnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: