Pemukim Israel Bakar dan Rusak 2 Masjid hingga Lahan Warga Palestina di Tepi Barat
BeritaNasional.com - Kelompok pemukim Israel semakin intens melakukan penyerangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Yang terbaru, mereka membakar dua masjid dan lahan pertanian, serta merusak beberapa properti milik warga Palestina selama akhir pekan lalu.
Melansir Russia Today (RT) pada Selasa (28/7/2026), serangan terbaru ini terjadi dua hari setelah bentrokan besar antara pemukim dan penduduk setempat di dekat desa Palestina, Tal, barat daya kota Nablus. Pada Jumat (24/7/2026), sekelompok besar pemukim memasuki desa tersebut, memicu bentrokan dengan penduduk setempat dan akhirnya memicu serangan militer Israel di Tal.
Dalam insiden tersebut, sekitar empat warga Palestina dan dua tentara Israel tewas dalam kekacauan yang terjadi dalam keadaan yang tidak jelas, dengan kedua belah pihak saling menyalahkan.
Insiden Tal ini memicu peningkatan kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Palestina, yang kemudian dua masjid diserang pada Minggu (25/7/2026) pagi di Tepi Barat. Sebuah masjid yang sedang dibangun itu dibakar di desa Qusra di tenggara Nablus, dan masjid lainnya dibakar di Kour, sebuah desa Palestina di tenggara kota Tulkarm.
Bangunan yang belum rampung itu pun akhirnya rusak parah akibat kobaran api, sementara para jamaah berhasil memadamkan api di masjid Kour tepat waktu. Tak hanya itu, bangunan-bangunan itu juga dicoret-coret dengan grafiti yang berisi penghinaan dalam bahasa Ibrani.
Otoritas Palestina pun mengutuk "kejahatan keji" tersebut, dan mencatat bahwa pemukim Israel menyerang 45 masjid di seluruh Tepi Barat sepanjang tahun 2025. Selain serangan terhadap masjid, sebuah rumah pribadi dilaporkan dibakar di kota Beit Furik, ladang pertanian dibakar, dan mobil dirusak di beberapa lokasi. Pekerja Palestina juga diserang di fasilitas pemotongan batu dekat Ramallah.
Sementara itu, otoritas militer Israel di wilayah pendudukan mengutuk serangan tersebut, menyatakan bahwa para penyelidik telah dikirim ke lokasi yang terkena dampak untuk mengumpulkan bukti dan berjanji untuk "terus bertindak tegas untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum di daerah tersebut".
Baik kelompok hak asasi manusia Israel maupun Palestina telah menunjukkan bahwa penyelidikan semacam itu jarang menghasilkan konsekuensi hukum bagi para pemukim.
Sebagai informasi, kekerasan yang dilakukan pemukim telah meningkat di Tepi Barat sejak serangan mendadak Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023 silam, yang memicu konflik besar di Gaza.
Berdasarkan penyelidikan PBB yang dirilis bulan lalu, kekerasan tersebut semakin meningkat tahun ini dengan serangan yang hampir terjadi setiap hari. Laporan tersebut menyatakan bahwa para pemukim yang mengamuk semakin dilindungi oleh pasukan Israel selama serangan terhadap warga Palestina.
“Meningkatnya partisipasi pasukan keamanan Israel dalam serangan terhadap pemukim sama artinya dengan runtuhnya perbedaan antara pemukim dan tentara secara de facto,” demikian kesimpulan laporan tersebut.
Menanggapi hasil penyelidikan itu, Israel menepis temuan PBB dan menuduh badan itu bergantung pada tuduhan yang tidak berdasar dan membuat "kesamaan moral yang salah" antara militan Hamas dan warga sipil Israel.
Sumber: Russia Today
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 16 jam yang lalu
PERISTIWA | 16 jam yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 15 jam yang lalu
OLAHRAGA | 16 jam yang lalu







