Insiden WNI Ditembak di Perbatasan NTT, Komisi II Minta Pemerintah Lakukan Ini

BeritaNasional.com - Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menyebutkan ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah terkait masalah WNI ditembak aparat keamanan Timor Leste di wilayah perbatasan NTT. Pertama, harus dipertegas batas wilayah secara detail.
"Ada beberapa hal yang harus kita lakukan. Satu, kita mempertegas seluruh batas wilayah kita secara detail dengan melibatkan koordinat yang jelas antar negara," jelas Rifqi kepada wartawan yang dikutip pada Jumat (29/8/2025).
"Baik Indonesia maupun negara tetangga dan itu segera diformulasikan di dalam peraturan perundang-undangan," tegasnya.
Komisi II mendorong Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI untuk meningkatkan seluruh pos tapal batas negara yang ada di seluruh perbatasan darat Indonesia.
"Kedua mengkoordinasi seluruh kementerian/lembaga, termasuk pihak swasta untuk membangun daya dan nilai ekonomi di perbatasan. Terutama di perbatasan darat, sepanjang perbatasan darat kita yang ribuan kilometer itu bisa dibangun, misalnya perkebunan kelapa, kelapa sawit yang melibatkan pihak swasta, dan mempekerjakan masyarakat setempat agar terjadi stimulan ekonomi dan kesejahteraan, sekaligus menjadi benteng kedaulatan negara kita," jelas Rifqi.
Kemudian, jika masih ada konflik tapal batas negara, Kemlu dan Kemendagri harus mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Terkait adanya indikasi pelanggaran hukum, Komisi II berharap seluruh aparat penegak hukum bekerja menegakkan hukum seadil-adilnya. Jika pelaku memang berasal dari negara lain, Indonesia harus menggunakan yurisdiksi hukum internasional, termasuk peradilan internasional.
"Kami berharap seluruh aparat penegak hukum bekerja untuk menegakkan hukum seadil-adilnya, dan jika memang pelakunya berasal dari negara lain, kita bisa menggunakan yurisdiksi hukum internasional, termasuk peradilan internasional," ujar Rifqi.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) lewat Kedutaan Besar Republik İndonesia (KBRI) Dili tengah meminta klarifikasi kepada pihak Kemlu Timor Leste terkait insiden penembakan WNI di wilayah perbatasan.
Diketahui, seorang warga NTT bernama Paulus Taek Oki ditembak oleh aparat keamanan Unidade De Patrulhamento Da Fronteira (UPF) Timor Leste pada Senin (25/8/2025).
“KBRI Dili juga sudah langsung meminta klarifikasi pada Kemlu Timor Leste tentang hal tersebut,” kata Jubir II Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela yang dikutip pada Kamis (28/8/2025).
Menurut dia, permintaan klarifikasi ini dilakukan setelah duta besar (Dubes) RI di Dili telah mendapatkan keterangan dari pihak internal terkait kasus tersebut.
“Dubes RI di Dili sudah mengunjungi lokasi, dan lakukan koordinasi dengan pihak-pihak di lapangan tentang peristiwa tersebut,” jelasnya.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 15 jam yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 22 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 18 jam yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu