Pramono Berkomitmen Jadikan Budaya Betawi sebagai Identitas Utama Jakarta

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 29 Agustus 2025 | 13:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Beritanasional/Oke Atmadja)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Beritanasional/Oke Atmadja)

BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk menjadikan budaya Betawi sebagai identitas utama Ibu Kota. Hal ini disampaikan Pramono saat menghadiri acara bertajuk "Seribu Wajah Kebaya Betawi" di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Menurut Pramono, kebaya Betawi memiliki daya tarik yang kuat karena merupakan wujud akulturasi dari berbagai budaya yang ada di Jakarta.

"Maka kita tahu bersama bahwa kebaya Betawi ini memiliki historis yang sangat panjang. Karena kebaya Betawi ini merupakan cerminan dari akulturasi perpaduan kebudayaan dari berbagai budaya yang datang di Jakarta," ujar Pramono melalui keterangan persnya pada Kamis (28/8/2025).

Ia mencontohkan Kebaya Encim Betawi yang menurutnya menjadi simbol utama kebaya Jakarta. Kebaya ini lahir dari perpaduan budaya masyarakat lokal Betawi, Tionghoa, Portugis, dan pendatang lainnya, sehingga menghasilkan kebaya yang kaya warna.

Pramono juga mengungkapkan rasa syukurnya karena kebaya telah diakui sebagai warisan budaya tak benda sejak Desember 2024.

"Dan saya bersyukur bahwa Betawi, kebaya ini sejak tahun 2024, tepatnya bulan Desember, sudah menjadi warisan budaya tak benda," katanya.

Dalam upayanya melestarikan budaya Betawi, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menjadikan budaya ini sebagai identitas utama Jakarta sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024. Selain itu, Pramono juga berencana membentuk Lembaga Adat Masyarakat Betawi dan menambahkan ornamen-ornamen Betawi di seluruh batas jalan dan kota.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemprov DKI Jakarta sehingga acara "Seribu Wajah Kebaya Betawi" dapat terselenggara dengan baik.

Nunun menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kedua Kebaya Nasional, HUT ke-498 Kota Jakarta, dan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Ia menekankan bahwa kebaya telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 4 Desember 2004.

"Ini adalah mencerminkan kolaborasi dari nilai budaya kebaya wawasan Asia Tenggara," jelas Nunun.

Ia berharap, kebaya akan semakin menancapkan jati dirinya sebagai busana nasional Indonesia dan selalu menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

"Kami ingin menunjukan bahwa identitas lokal seperti kebaya Betawi memiliki peran penting merajut keberagaman budaya nasional," tandas Nunun.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: