Sudah 91,4 Ton Logistik, İndonesia Kembali Terbangkan Pesawat Hercules Perkuat Pengiriman Bantuan ke Gaza

BeritaNasional.com - Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih-ll memasuki sejak awal operasi pada 17 Agustus sampai saat ini tercatat total mengirimkan 91,4 ton bantuan logistik untuk warga korban perang di Jalur Gaza, Palestina.
“Sampai dengan saat ini, Satgas telah menerjunkan 91,4 ton bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza melalui misi airdrop,” kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI (Marinir) Freddy Ardianzah saat dikonfirmasi pada Jumat (29/8/2025).
Jumlah itu terhitung sejak hari pertama bantuan berisi pangan, obat- obatan, dan perlengkapan darurat yang dibutuhkan masyarakat di wilayah konflik. Semua itu dikirim secara bertahap.
Dimulai pada hari pertama sebanyak 17,8 ton pada hari pertama, 10,3 ton pada hari kedua, dan 11,2 ton. Kemudian, pada hari-hari selanjutnya, dikirim sekitar masing-masing 9,9 ton.
Guna memaksimalkan operasi penyaluran bantuan menggunakan mekanisme airdrop tersebut. Kekinian telah dikirimkan tambahan kekuatan pesawat TNI C-130 Hercules untuk memperkuat operasi kemanusiaan tersebut.
“Penambahan armada ini memperkuat keberlanjutan operasi dalam kerangka misi bersama Yordania serta mitra internasional, antara lain Kanada, Jerman, dan Singapura,” jelasnya.
Menurut dia, langkah totalitas yang dilakukan Satgas Garuda Merah Putih-ll dalam misi kemanusiaan merefleksikan TNI yang PRIMA dalam mendukung diplomasi internasional Indonesia.
“Kehadiran tambahan pesawat super hercules di langit Gaza membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya berbicara di forum diplomasi akan tetapi juga hadir nyata di garis depan misi kemanusiaan global. Memberikan dukungan dan semangat di tengah situasi sulit yang dihadapi rakyat Palestina,” tambahnya.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 14 jam yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 21 jam yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 17 jam yang lalu