Kondisi Dalam Negeri Jadi Prioritas, Prabowo Tunda Kunjungan ke Tiongkok

Oleh: Lydia Fransisca
Minggu, 31 Agustus 2025 | 06:45 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi (BeritaNasional/Sekneg)
Mensesneg Prasetyo Hadi (BeritaNasional/Sekneg)

BeritaNasional.com -  Presiden Prabowo Subianto memutuskan menunda rencana kunjungan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam waktu dekat. 

Keputusan ini diambil karena padatnya agenda internasional sekaligus dinamika dalam negeri yang perlu dipantau langsung oleh Presiden.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, pada September mendatang Prabowo mendapatkan sejumlah undangan internasional dari berbagai pihak, termasuk menghadiri Sidang Tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Amerika Serikat.

“Salah satunya adalah undangan untuk beliau menghadiri Sidang Tahunan PBB di New York," kata Pras di Hambalang Kabupaten Bogor Jawa Barat.

"Ini membuat salah satu pertimbangan bagi beliau di dalam memutuskan hadir atau tidaknya beliau memenuhi undangan dari pemerintah Tiongkok,” tambah dia.

Pras berujar, situasi dalam negeri juga menjadi pertimbangan utama dalam keputusan Presiden.

Ia menyebut, Prabowo ingin tetap berada di Tanah Air untuk memantau langsung kondisi dan dinamika yang tengah berkembang.

“Tentu saja karena dinamika di dalam negeri, Bapak Presiden ingin terus memantau secara langsung. Beliau juga ingin memonitor secara langsung. Kemudian beliau juga ingin memimpin secara langsung, kemudian mencari penyelesaian-penyelesaian yang terbaik,” terangnya. 

Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan bahwa keputusan Presiden Prabowo diambil dengan penuh kehati-hatian, tanpa mengurangi arti penting hubungan diplomatik dengan pemerintah Tiongkok.

“Oleh karena itu, Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan kerendahan hati dan dengan memohon maaf kepada pemerintah Tiongkok, beliau memutuskan untuk belum dapat menghadiri undangan dari pemerintah Tiongkok,” tegasnya. 

Dengan keputusan ini, pemerintah memastikan bahwa prioritas utama Presiden Prabowo saat ini adalah menjaga stabilitas dan memastikan agenda nasional berjalan sesuai rencana, sembari tetap membuka ruang komunikasi dengan mitra internasional, termasuk Tiongkok.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: