Mentan Sebut Harga Beras Turun

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Minggu, 31 Agustus 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi stok beras (Beritanasional/Oke Atmadja)
Ilustrasi stok beras (Beritanasional/Oke Atmadja)

BeritaNasional.com -  Harga beras di 32 provinsi disebut Menteri Pertanian Amran Sulaiman turun. 

Hal inii menyusul digalakkannya distribusi beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) ke masyarakat.

“Menurut pemantauan dari satgas, di 32 provinsi sudah turun (harga). Ini pantauan dari satgas,” ucap Amran dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, kemarin. 

Pernyataan tersebut terkait harga beras yang merangkak naik sejak Juni dan berada di puncaknya pada Agustus.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, dari rata-rata nasional senilai Rp15.595 per kg pada Mei, naik menjadi Rp15.747 per kg pada Juni, meroket ke angka Rp16.046 per kg pada Juli, dan mencapai puncaknya menjadi Rp16.197 per kg pada Agustus.

Peningkatan harga tersebut menyebabkan pemerintah menempuh langkah strategis untuk menekan harga, yakni menggencarkan distribusi beras SPHP ke masyarakat.

Meskipun Amran berniat untuk menurunkan harga beras lebih lanjut, ia tetap berupaya untuk menjaga harga beras agar tidak terlalu rendah.

Apabila harga beras menjadi terlalu rendah, lanjut dia, pihak yang terpukul adalah petani.

“Jadi, bagaimana petani HPP-nya tetap Rp6.500 dan konsumennya mendapatkan harga yang baik, sehingga dua-duanya bahagia. Petani tersenyum, konsumen bahagia. Itu mimpi kami,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional pada periode 1 Agustus–30 Agustus, terdapat 22 provinsi yang mengalami penurunan harga beras, yakni Aceh, D.I Yogyakarta, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung.

Lebih lanjut, provinsi lainnya yang berhasil menurunkan harga beras adalah Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: