Evaluasi MBG Terus Digencarkan

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:00 WIB
Anak Makan Bergizi Gratis (MBG) (Beritanasional/Elvis)
Anak Makan Bergizi Gratis (MBG) (Beritanasional/Elvis)

BeritaNasional.com - Evaluasi terhadap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digecarkan.  Salah satunya evaluasi di Kabupaten Pemekasan Jawa Timur. Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi ini menyusul kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa di sejumlah lembaga pendidikan di wilayah tersebut

"Salah satu hal yang dievaluasi adalah terkait kebersihan pangan," kata kata Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Nurjaeni. 

Evaluasi itu selain menyoroti tentang kebersihan pangan, hal lain yang dianggap penting untuk dilakukan adalah melaksanakan rapid test food berkala oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini untuk menjamin keamanan makanan yang diberikan kapada anak-anak.

Selain itu perlu dilakukan bimbingan teknik bagi para penjamah pangan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

"Sebanyak seribu penjamah pangan SPPG yang telah mendapatkan bimbingan teknik dari BGN setelah kasus keracunan terjadi di Pamekasan dan pelaksanaannya pada 18 dan 19 Oktober kemarin," jelasnya, Senin (20/10/2025)

Kegiatan itu sebagai upaya BGN supaya program MBG terbebas dari kasus kontaminasi atau kerusakan pangan dengan prinsip zero case.

Pelaksanaan Bimtek Penjamahan Pangan ini merupakan bagian dari rangkaian bimbingan teknik yang diselenggarakan oleh Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN secara serentak di 34 kabupaten/kota di enam provinsi pada saat yang sama dengan melibatkan partisipasi masif sekitar 30 ribu peserta.

Nurjaeni mengatakan menjadi penjamah makanan bukan hanya tugas teknis, tetapi juga tugas sosial dan ibadah dalam menyediakan asupan bergizi bagi anak-anak Indonesia menuju generasi Emas 2045.

"Sebab, dari dapur SPPG itu kita menyiapkan generasi cerdas, sehat, dan berdaya saing," ujarnya.

Sebelumnya BGN merekomendasikan sepuluh langkah strategis sehingga tidak ada lagi kejadian keracunan makanan. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: