Banjir Parah Landa Sudan Selatan, 960 Ribu Warga Terdampak

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi banjir bandang. (Foto/Pixabay)
Ilustrasi banjir bandang. (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Banjir parah yang melanda Sudan Selatan telah menimbulkan bencana kemanusiaan besar.

Banjir tersebut berdampak pada lebih dari 960 ribu orang di enam negara bagian dan memaksa sekitar 335 ribu warga mengungsi dari rumah mereka. 

Hal tersebut dilaporkan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Jumat (24/10/2025) waktu setempat.

Bencana alam ini memperburuk kondisi di negara yang sudah didera konflik berkepanjangan dan kerawanan pangan akut. 

Sejak bulan lalu, banjir telah merusak lebih dari 140 fasilitas kesehatan, secara drastis menghambat akses layanan medis vital bagi ribuan orang.

Wabah Malaria Meningkat Drastis

Situasi kesehatan di Sudan Selatan kian mengkhawatirkan dengan meningkatnya kasus penyakit menular, terutama kolera dan malaria.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya lebih dari 104 ribu kasus malaria, termasuk 16 kematian, dalam seminggu terakhir di seluruh negeri. 

Angka ini menandai kenaikan kasus sebesar 15 persen dari minggu sebelumnya, yang sebagian besar dipicu oleh genangan air akibat banjir.

Bantuan Kemanusiaan Terus Disalurkan

Meskipun menghadapi tantangan akses yang signifikan, terutama di negara bagian Unity, Jonglei, dan Upper Nile, PBB dan mitra kemanusiaannya terus berupaya menjangkau masyarakat terdampak dengan bantuan penyelamat jiwa.

Program Pangan Dunia (WFP) aktif menyalurkan bantuan pangan dan nutrisi.

WHO dan mitranya telah mengirimkan lebih dari 50 metrik ton pasokan medis, termasuk tenda, perlengkapan kolera, dan kit kesehatan darurat ke Jonglei, Unity, dan Upper Nile.

Dana Kependudukan PBB (UNFPA) memberikan dukungan respons kekerasan berbasis gender dengan mendistribusikan dignity kit (perlengkapan martabat) bagi perempuan dan anak perempuan, serta memastikan akses ke layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang penting.

Dalam upaya mitigasi jangka panjang, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dilaporkan telah menandatangani perjanjian dengan pejabat Sudan Selatan untuk menginvestasikan 8,5 juta dolar AS.

Dana ini akan digunakan untuk membangun infrastruktur tahan banjir dan merehabilitasi saluran drainase guna melindungi Kota Bor di negara bagian Jonglei dari dampak banjir di masa mendatang.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: