Segini Tarif Asli Transjakarta Tanpa Subsidi Pemprov Jakarta
BeritaNasional.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov) berencana menaikkan tarif Transjakarta dalam waktu dekat. Kebijakan ini karena beratnya subsidi yang harus ditanggung usai pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, kemampuan Transjakarta menutup biaya operasional dari tarif penumpang atau cost recovery hanya mencapai 14%.
“Artinya jika (cost recovery) tinggal 14 persen, maka subsidi yang harus disiapkan itu sebesar 86 persen,” kata Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Kamis (30/10/2025).
Menurut Syafrin untuk menutup 86% biaya operasional itu, Pemprov DKI harus menyiapkan anggaran besar.
Namun kemampuan fiskal daerah kini menurun karena adanya koreksi dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat pada tahun anggaran 2026.
Karena itu, Dishub bersama Pemprov tengah melakukan simulasi penyesuaian tarif yang dianggap paling ideal, tetap terjangkau bagi masyarakat namun cukup untuk menjaga keberlanjutan layanan.
"Kami terus melakukan simulasi-simulasi untuk mendapatkan angka yang ideal, sehingga ini tidak memberatkan masyarakat, jika memang nanti ditetapkan Pak Gubernur ada penyesuaian tarif,” ungkapnya.
Syafrin mengungkapkan, tarif keekonomian atau tarif asli Transjakarta tanpa subsidi seharusnya sekitar Rp13 ribu per penumpang.
Saat ini, penumpang hanya membayar Rp3.500, sementara selisihnya disubsidi Pemprov Jakarta Rp9.700.
“Rp 9.700 subsidi-nya, jadi tambah Rp 3.500 tarifnya (yang dibayar penumpang), jadi (nilai keekonomiannya) Rp 13 ribu,” jelas Syafrin.
Ia berharap publik dapat memahami situasi fiskal Jakarta yang tengah tertekan sehingga kebijakan penyesuaian tarif menjadi langkah realistis untuk menjaga keberlanjutan layanan.

EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 20 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






