Wakapolri Soroti Tiga Prioritas Presiden dalam Kerja Sama dengan Arab Saudi

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:11 WIB
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto/doc. Humas Polri)
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto/doc. Humas Polri)

BeritaNasional.com -  Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan komitmennya dalam melaksanakan tiga prioritas utama yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto dalam bidang keamanan dan penegakan hukum, yakni pemberantasan narkotika, penyelundupan, dan judi online.

Hal itu disampaikan saat mewakili Kapolri dalam kegiatan The 2nd Joint Committee Polri – Ministry of Interior (MOI) Kingdom of Saudi Arabia yang berlangsung di Hotel Bintang Bali Resort, Kuta, Bali, Kamis (30/10/2025).

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Polri dan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi, sekaligus forum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral di bidang keamanan dan penegakan hukum lintas negara,” jelas Dedi dalam keterangannya.

Menurutnya, tiga amanat kerja sama yang disampaikan Presiden Prabowo dilakukan demi menjaga stabilitas dan kedaulatan hukum Indonesia, yang harus dijalankan melalui kerja sama lintas sektoral.

“Perang terhadap tiga kejahatan besar ini tidak bisa dilakukan secara sektoral. Diperlukan sinergi lintas lembaga baik di tingkat nasional maupun internasional. Polri terus memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga negara, serta mitra internasional seperti Interpol dan otoritas keamanan negara sahabat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan bahwa Polri telah menorehkan capaian signifikan dalam penindakan kasus narkotika. Dalam kurun waktu terakhir, Polri berhasil memusnahkan barang bukti narkotika berbagai jenis dengan total berat 214,84 ton dan nilai ekonomi lebih dari Rp29 triliun.

“Langkah ini menjadi bukti nyata dukungan Polri terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memerangi narkoba sebagai ancaman serius terhadap masa depan bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, pihak Kerajaan Arab Saudi melalui Major General Abdullah Bin Abdulrahman Al-Hamad, selaku Kepala Delegasi, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara mencakup seluruh potensi ancaman lintas batas, termasuk terorisme dan kejahatan transnasional.

“Kerajaan Arab Saudi berkomitmen memperkuat koordinasi strategis dengan Indonesia untuk bersama-sama menghadapi ancaman narkotika, ekstremisme, dan kejahatan lintas negara,” ungkap Al-Hamad.

Pertemuan ini menghasilkan Minutes of Meeting (MoM) yang memuat langkah-langkah konkret implementasi kerja sama keamanan bilateral antara Polri dan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi.

Dalam MoM tersebut disepakati bahwa kerja sama pemberantasan narkotika akan mulai dilaksanakan pada Desember 2025, diikuti kerja sama di bidang keamanan lainnya, sebagai bentuk nyata diplomasi kepolisian (police diplomacy) dalam menghadapi ancaman kejahatan lintas negara.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: