Harga Beras Nasional Mulai Turun, Mentan Amran Sulaiman: Kita Tidak Boleh Puas
BeritaNasional.com - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas dan keterjangkauan harga beras di seluruh daerah.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah mulai membuahkan hasil.
Amran menyatakan bahwa harga beras secara nasional telah menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
"Harga beras sudah turun. Jadi seluruh Indonesia kemarin kan itu sudah turun. Tetapi, kita tidak boleh puas. Insyaallah kontrolnya jauh lebih ketat nanti ke depan," kata Amran yang dikutip dari Antaranews pada Sabtu (1/11/2025).
Pengawasan Diperketat, Target Harga Eceran Tertinggi (HET)
Meskipun harga sudah terkendali, Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berpuas diri. Pengawasan akan diperketat demi memastikan stabilitas harga beras tetap terjaga di masa mendatang.
"Intinya, sekarang harga beras sudah turun, tapi kita tidak boleh puas sampai situ. Pemerintah harus menjadi pengendali," terangnya.
Pemerintah melalui Bapanas bersama Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras kini gencar melakukan supervisi harga agar seluruh harga komoditas sesuai dengan HET. Upaya kolaboratif ini diimplementasikan di seluruh 38 provinsi.
Amran mengakui masih ada tantangan, terutama di daerah yang bukan penghasil beras.
"Ini masih ada yang di atas HET, terutama yang bukan penghasil beras, seperti daerah timur, di Papua. Tetapi ada yang menggembirakan. Di Merauke, Papua Selatan, karena kita membuat food estate di sana, itu harga beras bagus," ungkapnya.
Data BPS Tunjukkan Penurunan Signifikan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mendukung optimisme pemerintah. Hingga minggu keempat Oktober 2025, jumlah kabupaten/kota yang mencatatkan penurunan harga beras terus bertambah menjadi 225 kabupaten/kota. Angka ini meningkat 25,69 persen dibandingkan minggu pertama Oktober 2025.
Secara provinsi, 33 dari total 38 provinsi mencatatkan depresiasi atau perubahan harga beras yang negatif (penurunan harga), sementara hanya lima provinsi yang mencatatkan perkembangan harga positif.
Provinsi Papua Selatan bahkan mencatatkan penurunan harga beras paling signifikan hingga minus 1,56 persen.
Secara nasional, BPS juga mencatat:
Beras Medium: Harga turun 1,65 persen hingga minggu keempat Oktober (dibandingkan September 2025).
Beras Premium: Harga turun 0,69 persen hingga minggu keempat Oktober 2025.
Bulog Salurkan 564 Ribu Ton Beras SPHP
Selain pengawasan ketat melalui Satgas Pengendalian Harga Beras yang baru dibentuk, pemerintah juga mengandalkan Perum Bulog untuk menekan harga. Bulog terus mengoptimalkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), terutama untuk beras medium yang menjadi pilihan utama masyarakat.
Hingga 30 Oktober 2025, realisasi penjualan beras SPHP secara nasional telah mencapai 564,6 ribu ton. Sementara itu, stok beras Bulog tercatat sangat kuat, yaitu mencapai 3,912 juta ton.
Dari total stok tersebut, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 3,754 juta ton. Sepanjang tahun 2025, Bapanas telah menugaskan Bulog untuk menyalurkan CBP, dan hingga 30 Oktober, CBP yang tersalurkan ke masyarakat melalui berbagai program (operasi pasar, bantuan pangan) telah mencapai 1,004 juta ton. Penyaluran ini akan terus diakselerasi hingga akhir tahun.
PERISTIWA | 23 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






