Aksi Prajurit Koops Habema Turun Langsung Bantu Korban Banjir Bandang di Nduga
BeritaNasional.com - Komando Operasi (Koops) Habema turun langsung bergerak memberikan bantuan atas bencana tanah longsor dan banjir bandang di Kali Panpan, Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, tepatnya Kali Panpan.
“Koops Habema dirikan posko kemanusiaan di lokasi terdampak sebagai bentuk tanggap cepat dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak di Distrik Dal, Kabupaten Nduga,” Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto dalam keteranganya yang dikutip pada Rabu (5/11/2025).
Lucky menjelaskan bahwa posko ini difokuskan untuk, mendukung pencarian dan evakuasi korban, menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok, memberikan layanan kesehatan darurat, serta menjadi pusat koordinasi antara aparat TNI, pemerintah daerah, dan relawan masyarakat.
“Pendirian posko kemanusiaan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam membantu masyarakat Papua yang terdampak bencana,” jelasnya.
Sebab, Lucky menjelaskan kehadiran prajurit TNI di lokasi bencana dalam rangka untuk membantu akses distribusi bantuan di wilayah yang sulit dijangkau.
“Kehadiran TNI di Tanah Papua bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi kemanusiaan,” jelasnya.
Karena itu, saat ini masyarakat dari Distrik Dal, Mbua, dan Mbulmuyalma bersama prajurit TNI terus mencari korban.
“Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat untuk memastikan setiap warga terdampak mendapatkan bantuan dan perlindungan,” tegasnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nduga melaporkan hingga kini tercatat ada 23 orang masih dinyatakan hilang akibat dampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Demikian data itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari jika sampai saat ini upaya pencarian dan pertolongan masih dilakukan Selasa (4/11/2025).
“Total korban tersebut sebanyak 23 orang, dengan rincian 15 orang di Distrik Dal dan 8 lainnya di Distrik Yuguru. Bencana tersebut tidak mengakibatkan adanya pengungsian warga,” kata Abdul dalam keteranganya.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







