Komisi I DPR Soroti Kebutuhan Mobilitas, Rumah Dinas, dan Pembekalan Prajurit di Korem Madiun

Oleh: Panji Septo R
Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:48 WIB
Komisi I DPR berkunjung ke Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Madiun, Jawa Timur. (Foto/Instagram 081/Dhirotsaha Jaya)
Komisi I DPR berkunjung ke Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Madiun, Jawa Timur. (Foto/Instagram 081/Dhirotsaha Jaya)

BeritaNasional.com - Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI menyoroti kebutuhan sarana mobilitas pasukan, rumah dinas prajurit, hingga pembekalan personel menjelang masa pensiun.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi I DPR RI Abdul Halim Iskandar saat meninjau Komando Resor Militer (Korem) 081/Dhirotsaha Jaya, Madiun, Jawa Timur.

Dari hasil pertemuan dengan jajaran Korem 081/Dhirotsaha Jaya, terdapat tiga persoalan utama yang dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah pusat.

Menurut Abdul Halim, kebutuhan sarana mobilitas pasukan menjadi aspek paling mendasar yang harus dipenuhi guna mendukung kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas.

"Dan tentu semua ini akan segera kita sampaikan kepada Panglima, atau kepada Pak Menteri Pertahanan, atau pihak-pihak yang terkait,” ujar Abdul Halim yang dikutip pada Sabtu (13/6/2026). 

“Termasuk mungkin mengalokasikan di APBN agar kebutuhan alat mobilisasi pasukan ini bisa dipenuhi. Karena itu sesuatu yang amat sangat mendasar menurut kita," kata dia. 

Ia menegaskan Komisi I DPR akan memperjuangkan kebutuhan tersebut melalui pembahasan anggaran bersama mitra kerja terkait. 

Selain sarana mobilitas, Komisi I menyoroti persoalan kesejahteraan prajurit, khususnya ketersediaan rumah dinas.

Berdasarkan temuan di lapangan, jumlah rumah dinas yang tersedia dinilai belum sebanding dengan jumlah personel yang bertugas.

"Tentu terkait dengan kesejahteraan prajurit, utamanya rumah dinas. Terus terang di wilayah Korem 081 ini cukup memprihatinkan,” tuturnya.

“Rasio yang sangat tidak seimbang antara jumlah pasukan dengan rumah dinas yang tersedia," imbuhnya. 

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah pembinaan prajurit yang akan memasuki masa purnatugas. 

Abdul Halim menilai diperlukan program pelatihan dan pembekalan yang lebih terstruktur agar para personel memiliki kesiapan menghadapi kehidupan setelah pensiun dari dinas militer.

"Dibutuhkan penguatan-penguatan dalam pembinaan bagi pasukan, prajurit, apalagi yang menyongsong pensiun, supaya ada pembekalan-pembekalan yang cukup penting bagi keberlanjutan teman-teman yang nanti pada akhirnya pensiun," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: