Pascaledakan, Polisi Beri Konseling Psikologis kepada Guru hingga Kepala Sekolah SMAN 72
BeritaNasional.com - Polda Metro Jaya terus melanjutkan pendampingan psikososial serta bantuan awal psikologis (Psychological First Aid/PFA) bagi para korban, keluarga, dan tenaga pendidik pasca insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara (Jakut).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, dari sisi tenaga pendidik, pendampingan psikologis diberikan kepada kepala sekolah hingga guru sebagai pelayanan holistik pascainsiden.
“Di lingkungan sekolah, tim psikolog Polri juga memberikan sesi konseling kepada kepala sekolah dan guru yang terdampak secara emosional,” jelas Budi dalam keterangan tertulis pada Senin (10/11/2025).
Proses konseling dipimpin Brigjen Pol Yohanes Ragil dari Biro Psikologi SSDM Polri melibatkan puluhan psikolog Polri dari Mabes dan Polda Metro Jaya yang berkompeten dalam penanganan krisis psikologis dan pemulihan trauma.
“Tim melakukan pendampingan dengan metode Psychological First Aid, yaitu bantuan awal psikologis yang berfokus pada pemulihan emosi, penguatan rasa aman, serta pengelolaan stres pascakejadian,” jelasnya.
Budi menjelaskan, pendampingan psikologis akan terus berlanjut hingga dua minggu ke depan dengan pelayanan trauma healing melalui kegiatan psikoedukasi, psikososial, konseling, dan psikoterapi bila dibutuhkan.
“Langkah ini diharapkan mampu membantu pemulihan menyeluruh bagi para siswa agar dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan percaya,” ujarnya.
Sementara itu, dari hasil observasi lapangan, berikut data terkini dari para korban yang dirawat di tiga rumah sakit, dengan total 96 korban, 29 korban masih dirawat tiga diantaranya di ICU;
1. Di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, masih terdapat 12 korban dirawat, termasuk 2 di ICU, sementara 29 korban telah dipulangkan.
2.Di RS YARSI Cempaka Putih, terdapat 13 korban dirawat, 1 di antaranya di ICU, serta 1 korban telah pulang.
3. Di RS Pertamina Jaya, masih terdapat 1 korban dirawat, sementara 6 korban telah pulang.
“Kami ingin memastikan seluruh korban dan keluarga mendapatkan dukungan psikologis yang cukup, seiring dengan proses penyelidikan yang masih berjalan intensif oleh tim gabungan,” ujar Budi.
Sekedar informasi ledakan terjadi di Masjid SMAN 72 Jakarta dan di luar masjid. Kejadian ini menimbulkan kepanikan para siswa hingga berlarian keluar kala itu, karena berlangsung saat tengah berlangsung ibadah Shalat Jumat.
Dari lokasi ledakan ditemukan benda mirip senjata api yang ternyata mainan. Temuan itu masih terus didalami sebagai petunjuk mengungkap kasus ledakan yang diduga pelakunya salah satu siswa dari SMA tersebut.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu




