Pesawat Angkut Militer Turki Jatuh di Georgia, 20 Tentara Tewas
BeritaNasional.com - Pada Rabu (13/11/2025) kemarin, Turki mengumumkan bahwa 20 tentaranya tewas dalam kecelakaan pesawat angkut militer Turki C-130 Hercules yang jatuh di Georgia, dan 19 jenazah telah ditemukan. Kecelakaan ini pun disebut sebagai insiden militer paling mematikan yang melibatkan anggota NATO itu sejak tahun 2020.
Melansir Reuters pada Kamis (13/11/2025), pesawat kargo C-130 itu meninggalkan Azerbaijan menuju Turki dan jatuh di Georgia pada hari Selasa, menyisakan serpihan-serpihan logam yang berserakan di bukit berumput. Pihak Ankara sendiri belum menyampaikan penyebab kecelakaan itu, tetapi mengatakan bahwa otoritas Turki dan Georgia telah memulai penyelidikan di lokasi kejadian.
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan bahwa black box pesawat tersebut telah ditemukan, sehingga penyelidikan sudah mulai dilakukan, dan akan terus mencari jenazah prajuritnya.
"Kotak hitam pesawat kami telah ditemukan, dan inspeksi telah dimulai. Kami telah menemukan jenazah 19 martir kami. Pencarian kami untuk jenazah martir terakhir terus berlanjut," kata Erdogan dalam pidatonya.
Sementara itu, berdasarkan rekaman video dari lokasi dekat perbatasan dengan Azerbaijan menunjukkan aktivitas ambulans, truk pemadam kebakaran, dan kendaraan militer di area sekitar badan pesawat yang terbakar, lalu tim SAR sedang memindai area tersebut.
Ankara mengatakan, pihaknya berkoordinasi erat dengan Azerbaijan dan Georgia dalam penyelidikan ini.
Di sisi lain, perusahaan pertahanan AS Lockheed Martin (LMT.N) yang memproduksi C-130 Hercules, menyampaikan komitmennya untuk membantu penyelidikan.
Sebagai informasi, C-130 Hercules yang banyak digunakan oleh angkatan udara di seluruh dunia, adalah pesawat angkut militer turboprop bermesin empat yang mampu beroperasi dari landasan pacu yang belum dipersiapkan. Rangka pesawatnya yang serbaguna memungkinkan pengangkutan kargo, pasukan dan peralatan, misi penyerangan udara dan pengintaian, menjadikannya pesawat angkut taktis andalan bagi banyak militer.
Selain itu, ada pula video di media sosial yang belum diverifikasi pada hari Selasa (11/11/2025), yang menunjukkan pesawat C-130 hancur berkeping-keping di udara dan kemudian berputar-putar menuju bumi dalam kobaran api.
Beberapa analis mengatakan rekaman dan gambar yang menunjukkan pesawat itu hancur di tengah penerbangan. Mereka juga mengatakan bahwa armada C-130 Turki sudah tua dan perlu diperbarui, terlepas dari keandalan pesawat tersebut.
"Rekaman tersebut tampaknya menunjukkan bagian ekor yang memisahkan aliran bahan bakar dari katup ujung sayap saat pesawat terbang dan saat bahan bakar mengalir, yang menunjukkan bahwa awak pesawat mungkin sedang membuang bahan bakar untuk pendaratan darurat," kata Jarrod Phillips, mantan spesialis C-130 Angkatan Udara AS.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







