Cegah Inflasi Jadi Alasan Trump Hapus Tarif Ratusan Produk

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 16 November 2025 | 21:00 WIB
Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. (Foto/Dok White House)
Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. (Foto/Dok White House)

BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan tarif lebih dari 200 produk makanan, termasuk kopi, daging sapi, pisang, dan jus jeruk. Kebijakan ini diambil setelah meningkatnya keresahan publik terhadap tingginya harga bahan makanan di seluruh negeri.

Dilnasir dari Reuters, Minggu (16/11/2025), pengecualian tarif tersebut berlaku retroaktif sejak Kamis tengah malam, menandai perubahan sikap signifikan dari Trump yang selama ini mempertahankan bahwa bea impor luas yang ia terapkan tidak menyebabkan inflasi.

Namun, saat ditanya mengenai dampak kebijakan dagangnya, Trump mengakui bahwa tarif “dalam beberapa kasus” memang dapat menaikkan harga, meski ia tetap bersikeras bahwa Amerika Serikat mengalami “hampir tidak ada inflasi.”

Kenaikan harga pangan menjadi isu politik utama setelah Partai Demokrat meraih kemenangan dalam sejumlah pemilihan daerah di Virginia, New Jersey, dan New York City. Kekhawatiran pemilih mengenai keterjangkauan hidup, khususnya harga makanan, menjadi faktor penentu.

Di tengah tekanan publik, Trump juga mengumumkan rencana pembayaran bantuan sebesar 2.000 dolar untuk warga berpenghasilan rendah dan menengah tahun depan, yang menurutnya akan didanai dari pendapatan tarif. Ia menyebut langkah itu sebagai “dividen” sekaligus upaya mengurangi utang negara.

Data inflasi terbaru menunjukkan harga daging giling naik hampir 13 persen dan harga steak melonjak 17 persen dibanding tahun sebelumnya kenaikan tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Harga pisang juga naik sekitar 7 persen, sementara tomat meningkat 1 persen. Secara keseluruhan, biaya makanan untuk konsumsi rumah tangga naik 2,7 persen pada September.

Pencabutan tarif tersebut disambut baik oleh sejumlah asosiasi industri. Presiden FMI–Food Industry Association, Leslie Sarasin, mengatakan langkah itu dapat membantu menurunkan harga kopi dan produk pangan lain yang menjadi bahan baku industri. Namun, beberapa kelompok kecewa karena produk mereka tidak termasuk dalam daftar, termasuk produsen minuman beralkohol dari Eropa dan Inggris.

Trump menyatakan tidak berencana melakukan perubahan tarif tambahan. “Kami hanya melakukan sedikit pengurangan,” ujarnya. “Harga kopi sedikit tinggi, dan dalam waktu dekat akan kembali turun.”

Selama ini, tarif impor menjadi pusat kebijakan perdagangan Trump, termasuk tarif dasar 10 persen bagi semua negara. Meski menyasar produk asing, ekonom menilai kebijakan itu justru ikut mendorong kenaikan harga makanan dan dapat menyebabkan biaya semakin tinggi tahun depan ketika perusahaan mulai meneruskan seluruh beban tarif kepada konsumen.

Ketua Demokrat Komite Ways and Means DPR AS, Richard Neal, menilai langkah terbaru Trump sebagai pengakuan bahwa perang dagang yang diciptakannya sendiri telah memperburuk keadaan. Ia menyebut pemerintahan Trump “memadamkan api yang mereka nyalakan sendiri dan menyebutnya kemajuan.”

Sementara itu, sektor manufaktur terus mengalami kontraksi, dan inflasi tetap menjadi sorotan utama menjelang tahun politik berikutnya.

Sumber: Reuterssinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: