Korban Perundungan SMPN 19 Tangsel hingga Meninggal, Polisi Janji Tangani Kasus Secara Profesional

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 16 November 2025 | 16:45 WIB
Ilustrasi Perundungan. (Foto/freepik)
Ilustrasi Perundungan. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Polisi tetap mengusut kasus dugaan perundungan (bullying) yang dialami MH (13), siswa SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel) yang kini telah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Kasi Humas Polres Tangsel, AKP Agil Sahril menyebut kalau selama proses penyelidikan sejauh ini petugas telah meminta keterangan dari enam saksi termasuk guru korban.

“Penyidik sudah meminta keterangan klarifikasi dari beberapa saksi ada 6 (enam) termasuk guru pengajar,” kata Agil kepada wartawan, Minggu (16/11/2025).

Selain itu, Agun juga mengatakan bahwa pihaknya telah berkali-kali mendatangi korban selama menjalani perawatan. Pemeriksaan dilakukan bersama keluarga, KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), Dinas Pendidikan, hingga UPTD PPA Kota Tangsel.

“Penyidik Sat Reskrim Polres Tangerang selatan sudah melakukan upaya beberapa kali menemui siswa yg bersangkutan didampingi keluarga bersama dengan KPAI dan DisDik serta UPTD PPA Kota Tangsel," katanya.

Atas korban yang telah meninggal dunia, kata Agil, Kapolres Tangsel, AKBL Victor Inkiriwang, turut menyampaikan duka cita. Dia memastikan bahwa penanganan perkara akan diusut secara profesional dan transparan.

"Bapak Kapolres Tangerang Selatan menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya dan akan menangani perkara tersebut secara profesional," ujar Agil.

Perlu diketahui jika perundungan dialami MH terjadi pada 20 Oktober 2025 di ruang kelas saat jam istirahat. Korban diduga dipukul menggunakan bangku besi oleh teman sekelasnya.

Sehari setelah kejadian, MH mulai mengeluhkan sakit kepala dan tubuhnya. Hingga akhirnya, keluarga mengetahui bahwa perundungan itu telah berulang kali diterima korban dalam bentuk kekerasan fisik oleh teman sekelasnya.

Kakak korban, Rizki, mengungkapkan bahwa adiknya sempat dirawat di sebuah rumah sakit (RS) swasta di Tangsel, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan, akibat kondisi yang terus memburuk.

Meski telah menjalani perawatan intensif di RS Fatmawati, kondisi MH tidak membaik. Satu minggu kemudian, keluarganya menerima kabar duka. Polisi memastikan penyelidikan akan terus dilanjutkan untuk mencari titik terang dari dugaan bullying yang berujung maut tersebut.

 sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: