Tanggal 18 November Memperingati Hari Apa Saja? Ada 7 Momen Besar

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 17 November 2025 | 13:00 WIB
Ilustrasi kalender. (Foto/freepik).
Ilustrasi kalender. (Foto/freepik).

BeritaNasional.com - Tanggal 18 November memperingati hari apa saja? Menarik untuk diketahui bersama bahwa ada beberapa peringatan yang diakui secara nasional maupun internasional.

Berikut ini ada tujuh momen penting yang yang terjadi pada 18 November:

1. Hari Sawit Nasional

Diperingati setiap 18 November sebagai pengingat tonggak sejarah penanaman kelapa sawit pertama secara komersial di Indonesia pada 18 November 1911.

Dalam catatan publikasi tua seperti De Oliepalm (1917 dan 1924) hingga Investigations on Oil Palms (1922), disebutkan bahwa perkembangan kelapa sawit di Indonesia bahkan sudah dimulai sejak masa Hindia Belanda. Penanaman komersial perdana dilakukan di Tanah Itam Ulu, Sumatera Utara oleh Schadt, seorang warga Jerman.

Industri kelapa sawit kemudian berkembang pesat, terutama setelah Perang Dunia I. Indonesia pun mencatat ekspor minyak sawit pertama kali pada 1919, menjadikan sektor ini salah satu komoditas strategis hingga saat ini.

2. Hari Vasektomi Sedunia

Hari Vasektomi Sedunia dirayakan untuk meningkatkan kesadaran global bahwa pria juga memiliki peran besar dalam pengendalian kelahiran. Peringatan ini dicetuskan pada 2012 oleh pembuat film Jonathan Stack dan dr. Doug Stein, seorang ahli vasektomi dunia.

Vasektomi menjadi salah satu metode kontrasepsi jangka panjang bagi pria yang aman, permanen, dan efektif. Peringatan ini mengajak masyarakat untuk lebih memahami pilihan keluarga berencana yang inklusif serta berbagi tanggung jawab dalam merencanakan kehamilan.

3. Hari Jadi Muhammadiyah

Tanggal 18 November juga menjadi momen penting bagi warga Muhammadiyah. Pada hari inilah organisasi Islam modernis ini didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912.

Memasuki usia lebih dari satu abad, peringatan Milad Muhammadiyah tahun 2025 menegaskan komitmen organisasi dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Tema yang diusung beberapa tahun terakhir menekankan pentingnya menjaga kelestarian semesta dan memperkuat peran sosial di tengah perubahan zaman.

4. Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia

Setiap 18–24 November, dunia memperingati World Antimicrobial Awareness Week (WAAW) untuk meningkatkan kesadaran mengenai resistensi antimikroba (AMR). Kondisi ini terjadi ketika bakteri, virus, jamur, atau parasit tidak lagi mempan terhadap obat antimikroba.

WHO mengingatkan bahwa resistensi antibiotik dapat membuat pengobatan infeksi menjadi semakin sulit, meningkatkan risiko penyebaran penyakit, hingga kematian. Tema global WAAW menekankan pentingnya mencegah resistensi obat melalui penggunaan antibiotik yang bijak, kebersihan lingkungan, dan peningkatan edukasi publik.

5. Hari Lahir Mickey Mouse

Tanggal 18 November 1928 menjadi sejarah bagi dunia animasi, karena pada hari itu Mickey Mouse pertama kali tampil dalam film pendek legendaris Steamboat Willie. Sejak itu, Mickey menjadi ikon Disney dan budaya pop dunia.

Menariknya, Mickey awalnya diciptakan sebagai pengganti karakter Disney sebelumnya: Oswald the Lucky Rabbit. Namun justru Mickey yang berkembang menjadi simbol global kreatifitas dan hiburan.

6. Hari Kemerdekaan Latvia

Pada 18 November 1918, Latvia secara resmi mendeklarasikan kemerdekaannya dari Rusia setelah Perang Dunia I. Namun perjalanan bangsa ini tidak mudah, karena Latvia kembali harus memperjuangkan kemerdekaannya pada tahun 1991 setelah lepas dari Uni Soviet.

Hari Kemerdekaan Latvia diperingati sebagai simbol perjuangan panjang, identitas nasional, dan keteguhan sebuah negara kecil di Eropa Baltik dalam mempertahankan kedaulatannya.

7. International Survivors of Suicide Loss Day

Peringatan untuk penyintas kehilangan akibat bunuh diri jatuh pada hari Sabtu sebelum Thanksgiving. Pada 2025, hari ini tetap menjadi momentum penting untuk berkumpul, saling mendukung, dan memberi ruang penyembuhan bagi mereka yang ditinggalkan oleh orang terkasih.

Kehilangan akibat bunuh diri menimbulkan trauma mendalam. Hari ini mengajak masyarakat lebih peduli, lebih mendengar, serta menghapus stigma seputar kesehatan mental dan proses duka.

(Rep/Nissa)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: