2 Prajurit TNI Tersangka Kasus Penculikan Kacab BRI, Begini Penampakannya di Rekonstruksi

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 17 November 2025 | 15:41 WIB
2 Prajurit TNI Tersangka Kasus Penculikan Kacab BRI. (BeritaNasional/Bachtiar)
2 Prajurit TNI Tersangka Kasus Penculikan Kacab BRI. (BeritaNasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menggelar rekonstruksi penculikan berujung pembunuhan Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37).

Menariknya, dalam rekonstruksi ini turut dihadirkan dua prajurit TNI Angkatan Darat (AD) yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya adalah Serka M. Natsir dan Kopral Dua (Kopda) Feri Herianto (FH)

"Betul, rekonstruksi perkara pembunuhan Kepala Cabang BRI digelar oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi Selasa (17/11/2025).

Selama rekonstruksi dengan total 57 reka adegan, secara garis besar kedua prajurit TNI turut berperan aktif sebagai penghubung antara eksekutor penculikan dengan otak penculikan diinisiasi Dwi Hartanto dan C alias Ken.

Sementara masih ada satu buronan dari prajurit TNI atas nama Serka Franky Yari alias Pace. Sosok ini baru terkuak, saat rekonstruksi dengan total tiga prajurit TNI yang ternyata terlibat dalam kasus ini.

Pertemuan itu membicarakan soal ajakan Natsir ke Feri agar menerima tawaran dengan iming-iming Rp100 juta. Setelah menyetujui, Feri mencari tim untuk menculik korban Ilham.

Hingga akhirnya Feri menemukan tim penculikan, yakni komplotan Erasmus Wawo. Sampai akhirnya mereka bersepakat menculik korban pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Dalam reka ulang itu, terungkap peran Kopda Feri turut memantau pelaksanaan penculikan terhadap korban oleh Erasmus, Andre Tomatala, Johannes Ronald Sebenan, Emanuel Woda Bertho, dan Reviando Aquinas Handi.

Saat itu, Kopda Feri memberikan uang Rp350 ribu kepada para eksekutor. Uang tersebut digunakan eksekutor Eramus dan kawan-kawan untuk membeli peralatan hingga rokok. 

"Adegan selanjutnya Refi melakukan pembelian berupa handuk masker dan lakban warna hitam," tuturnya.

Sementara peran untuk Serka M. Natsir bertugas menerima korban Ilham yang telah diculik Eramus. Penyerahan dilakukan di daerah Kemayoran dari mobil Avanza ke Fortuner, hingga akhirnya korban dibuang di wilayah Bekasi dalam kondisi telah meninggal dunia.

Sekedar informasi jika Ilham Pradipta telah tewas usai Aksi penculikan di parkiran Lotte Grosir Pasar Rebo. Kejadian itu menjadi viral setelah aksi penculikan terekam kamera CCTV pada 20 Agustus 2025.

Sampai esok harinya jasad Ilham ditemukan tewas di di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Dengan kondisi tragis tangan dan kaki terikat, mata dilakban.

Adapun motif penculikan para pelaku ingin mengambil uang dalam rekening dormant yang diperkirakan uang dalam rekening tersebut mencapai puluhan miliar. Akibat informasi tersebutlah, Ilham Pradipta selaku Kacab BRI Cempaka Putih turut menjadi target sasaran pelaku.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: