Buntut Ledakan Bom Rakitan di SMAN 72, Pemprov DKI Godok Aturan Batasi Anak-Anak Akses Youtube

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 18 November 2025 | 14:48 WIB
Ilustrasi logo YouTube. (Foto/Freepik)
Ilustrasi logo YouTube. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com -  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov) bakal membuat aturan agar para siswa tidak mudah menonton tayangan Youtube yang tak laik tonton oleh anak-anak.

Hal tersebut dilakukan usai terjadinya ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara pada awal November.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, anak-anak mudah tepengaruh tayangan Youtube sehingga dibutuhkan pembatasan akses agar anak tidak mudah begitu saja mendapatkan tayangan yang bisa memberikan dampak buruk.

"Agar tidak semua anak itu dengan gampang melihat apa, peristiwa-peristiwa atau kejadian seperti yang di YouTube yang kemudian menginspirasi anak-anak kita untuk melakukan seperti yang terjadi di SMA 72," kata Pramono di Jakarta Utara, Selasa (18/11/2025).

Menurut Pramono saat ini aturan itu tengah digodok oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Nah, untuk yang kedua, sekarang sedang dirumuskan oleh Dinas Pendidikan," ucapnya.

Ia berjanji akan menjelaskan lebih lanjut aturan tersebut di waktu yang tepat.

"Itulah yang sedang dipersiapkan dan nanti pada saatnya pasti saya akan jelaskan," terangnya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat juga tengah menggodok hal yang serupa. Namun, aturan yang dikaji adalah soal pembatasan game online.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pembatasan yang dimaksud berarti pengaturan game online.

"Jangan disalah artikan ya. Artinya, pembatasan mana pembatasan ini adalah lebih kepada pengaturan," kata Pras di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025).

Meski demikian, Pras menyebut game online bukan penyebab satu-satunya dari ledakan di sekolah tersebut. 

Oleh karena itu, banyak faktor yang bakal dipelajari pemerintah agar bisa melakukan pencegahan di kemudian hari.

"Memang kemudian, kasus yang kemarin, game bukanlah satu-satunya penyebab. Tetapi, tentu kita juga menyadari banyak hal yang harus kita telaah ulang," ujar Pras.

"Hal-hal yang sekiranya itu berdampak yang kurang baik. Apapun itu, tidak hanya masalah game online," tambah dia.

 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: