KPK Ungkap Lika-liku Penangkapan Lukas Enembe

Oleh: Panji Septo R
Rabu, 19 November 2025 | 08:50 WIB
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu (Beritanasional/Panji)
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu (Beritanasional/Panji)

BeritaNasional.com - Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menceritakan rangkaian proses panjang penangkapan mantan Gubernur Papua Lukas Enembe. 

Ia menegaskan penangkapan tersebut melibatkan situasi penuh tantangan, mulai dari upaya pemanggilan yang tidak dipenuhi hingga dinamika di lapangan yang tidak biasa.

Asep menjelaskan proses dimulai saat KPK berkali-kali turun ke Papua untuk menangani perkara tersebut. 

“Ketika kami diminta menangani perkara atau sedang menangani di Papua perkara Pak Gubernurnya ya. Kami ke sana, berkali-kali,” ujar Asep di Bogor, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, berbagai pemberitaan saat itu menyoroti lambatnya proses penangkapan karena Lukas Enembe tidak memenuhi panggilan penyidik. 

“Karena memang tidak mau datang ke Jakarta, sudah kami panggil dua kali tidak mau datang, dan lain-lain malah mengerahkan orang-orang gitu ya, seperti itu,” terang Asep.

Situasi berubah ketika tim kecil KPK mengetahui adanya rencana keberangkatan Lukas Enembe dari rumahnya menuju perbatasan menggunakan pesawat antarkabupaten. 

“Kemudian tim kecil itu mendeteksi bahwa ini sudah ada yang bersangkutan akan pergi. Pergi dari rumahnya di sebelah ke arah perbatasan akan menuju ke tempat akhirnya, seperti itu. Tapi harus naik pesawat,” tutur Asep.

Asep yang saat itu masih berada di Jakarta segera meminta perkuatan dari rekannya di kepolisian setempat sehingga ia menelpon perwira yang juga kawan satu angkatan. 

Sang kawan kemudian menanyakan apakah yang hendak dilakukan adalah penangkapan terhadap Gubernur. Akan tetapi, Asep membohonginya agar informasi tak bocor.

Ia mengaku terpaksa menyatakan sedang berada di Sentani agar perkuatan cepat tiba, meski kenyataannya masih berada di Jakarta. 

Padahal, kata Asep, sudah ada tim yang siap menangkap Lukas Emembe saat itu namun tidak terdeteksi Polda Papua. Dirinya juga datang menyusul setelah itu.

Meski berhadapan dengan massa Lukas Enembe dan dilempari berbagai anak panah, Asep mengungkap momen menarik saat Lukas Enembe akhirnya disergap. 

Ia menyebut penyidik menangkap dengan cara yang sangat sopan saat mantan gubernur itu hendak keluar rumah setelah makan.

“Pas kelihatan beliau keluar, langsung saya datangin, langsung saya cium tangan. ‘Bapak, mari kita ikut ke tempat Brimob,’” ujar Asep menirukan cerita penyidik.

Menurutnya, sikap persuasif itu membuat situasi tetap kondusif. Ia juga menilai sopan santun itu berlaku. Setelah itu, Asep menutup kisahnya dengan menegaskan proses panjang dan penuh risiko itu tidak pernah terlihat dari luar. 

“Jadi tidak kelihatan mudah setelah, ‘Oh nyampe di Jakarta mudah gitu ya, dibawa.’ Enggak, ada lika-likunya,” tutupnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: