Iran Bantah Keras Klaim Trump, Tidak Ada Negosiasi Nuklir dengan AS Saat Ini

Oleh: Tarmizi Hamdi
Kamis, 20 November 2025 | 10:49 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto/doc. setpres)
Presiden AS Donald Trump (Foto/doc. setpres)

BeritaNasional.com - Klaim terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai adanya perundingan nuklir dengan Iran langsung dibantah keras oleh Teheran, Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Rabu (19/11/2025) waktu setempat dengan tegas menolak pernyataan Trump itu.

Dilansir dari Xinhua News pada Kamis (20/11/2025), Trump mengatakan negaranya sedang berbicara dengan Iran dan tengah mencapai kesepakatan tentang nuklir.

Klaim Trump muncul saat dirinya bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih pada Selasa.

"Kami sedang berbicara dengan mereka, dan kami memulai sebuah proses. Namun, akan lebih baik jika ada kesepakatan dengan Iran," ucap Trump.

Menanggapi hal tersebut, Baghaei menegaskan dalam pidatonya kepada wartawan di Teheran: "Saat ini tidak ada proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat."

Baghaei menggarisbawahi alasan mengapa Teheran menolak berunding. Ia menyoroti rekam jejak AS yang dinilai gagal memenuhi janjinya dan kerap mengajukan "tuntutan berlebihan".

Juru bicara itu menegaskan bahwa tidak ada pembenaran logis untuk mengadakan perundingan dengan pihak yang tidak memandang negosiasi sebagai proses dua arah.

Selain itu, AS juga dinilai bangga dengan "tindakan agresi militer yang salah" terhadap Iran dan rakyatnya.

Pesan Presiden Murni Bilateral

Mengenai isu terpisah, Baghaei mengklarifikasi pesan dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian kepada Putra Mahkota Saudi sebelum kunjungan terakhir ke AS.

Ia menekankan bahwa pesan tersebut murni bersifat bilateral, yaitu menyampaikan terima kasih Iran atas layanan yang diberikan kepada jemaah haji Iran tahun lalu dan menekankan perlunya koordinasi berkelanjutan untuk musim haji tahun ini.

Sebelumnya, Iran dan AS memang sempat mengadakan lima putaran perundingan tidak langsung yang dimediasi oleh Oman mengenai program nuklir Teheran dan sanksi AS antara April dan Juni.

Namun, putaran keenam yang dijadwalkan pada 15 Juni dibatalkan setelah terjadi serangan udara Israel di beberapa lokasi nuklir dan militer Iran, yang menyebabkan korban jiwa. Situasi semakin memanas ketika pada 22 Juni, pasukan AS dilaporkan turut serta dalam serangan tersebut dengan mengebom tiga fasilitas nuklir Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: