Prabowo Larang Pengerahan Pelajar, Kementerian PPPA Siap Sosialisasikan

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 20 November 2025 | 14:16 WIB
Prabowo larang pengerahan pelajar, Kementerian PPPA siap sosialisasikan. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Prabowo larang pengerahan pelajar, Kementerian PPPA siap sosialisasikan. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) segera menyosialisasikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelajar tetap berada di sekolah selama jam belajar dan tidak perlu lagi dikerahkan untuk menyambut kunjungan kerja presiden ke daerah-daerah

"Partisipasi anak dapat diberikan melalui ruang-ruang kegiatan positif lain tanpa harus terlibat dalam seremoni penyambutan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA Ratna Susniawati saat ditemui di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Menurut Ratna, arahan tersebut bertujuan agar anak tidak kehilangan waktu belajar akibat kegiatan seremoni di luar sekolah karena kegiatan belajar merupakan prioritas utama.

Dia menyampaikan, Kementerian PPPA akan mengintensifkan komunikasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk memastikan arahan tersebut dijalankan secara konsisten.

"Selama arahan Presiden berlaku, keterlibatan anak dalam kegiatan di luar sekolah akan dibatasi khusus pada jam belajar. Meski demikian, ruang kreativitas anak tetap dapat difasilitasi pada kegiatan yang berlangsung di luar jam pelajaran," jelasnya.

Ratna berharap, kebijakan tersebut dipahami oleh seluruh daerah agar anak dapat menjalani aktivitas pendidikan secara normal tanpa gangguan.

“Selama proses belajar-mengajar, biarkan mereka fokus untuk belajar,” tegasnya.

Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya menginstruksikan para kepala daerah untuk tidak lagi mengerahkan anak-anak sekolah dalam prosesi penyambutan dirinya saat melakukan kunjungan kerja di berbagai wilayah.

Pernyataan itu disampaikan saat mengakhiri pidato di peresmian Jembatan Kabanaran, Yogyakarta, Rabu (19/11/2025), berdasarkan pengalaman yang baru saja ia alami saat tiba di lokasi agenda tersebut.

"Jadi, ini saya mohon para bupati untuk selanjutnya dan untuk bupati di seluruh Indonesia, wali kota, kalau saya datang tidak perlu anak-anak sekolah untuk dikerahkan," katanya.

Ia kemudian menugaskan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk menyiapkan surat edaran kepada seluruh bupati dan wali kota agar tidak melibatkan pelajar dalam prosesi penyambutan.

Menurut Prabowo, keselamatan dan kenyamanan anak-anak harus diutamakan. Selain risiko panas terik, ia mengkhawatirkan waktu tunggu yang panjang dapat mengurangi jam belajar di sekolah.

Sumber: Antara

 sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: