178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo, DPR Desak Basarnas Percepat Evakuasi

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 20 November 2025 | 13:59 WIB
Ilustrasi erupsi gunung Semeru. (Foto/doc. PVMBG)
Ilustrasi erupsi gunung Semeru. (Foto/doc. PVMBG)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda meminta Basarnas bisa mengambil langkah cepat evaluasi 178 pendaki terjebak di Ranu Kumbolo ketika Gunung Semeru erupsi. Huda mengaku sudah koordinasi dengan pihak Basarnas.

"Tapi kita sangat berharap dalam situasi sesulit apapun, kita minta teman-teman Basarnas mengambil langkah-langkah cepat untuk mengevakuasi dan memastikan 178 pendaki kita selama," ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Huda yakin para pendaki bisa diselamatkan. Melihat posisi dan lokasinya masih memungkinkan.

"Karena kalau dilihat dari posisi dan lokasi, masih dimungkinkan mereka untuk bisa dievakuasi dengan selamat. Tapi secara detailnya seperti apa, kita tunggu nanti sebentar lagi saya dapat update dari teman-teman Basarnas," ujar Huda.

Diketahui, sebanyak 178 pendaki terjebak di Ranu Kumbolo ketika terjadi erupsi Gunung Semeru.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut memantau dampak dari letusan Gunung Merapi, yang menyebabkan kenaikan statusnya berselang satu jam, dari level III (Siaga) ke level IV (Awas) pada Rabu (19/11/2025) hari ini, pukul 17.00 WIB. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto telah memerintahkan jajaran untuk merespons perkembangan situasi dan dampak erupsi, khususnya dampak korban, kerusakan dan pengungsian.

Berdasarkan laporan sementara Pusdalops pada malam ini, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, terdapat tiga desa di dua kecamatan yang terdampak. Wilayah ini berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Desa tersebut yaitu Desa Supit Urang dan Desa Oro-Oro Ombo di kecamatan Pronojiwo, dan Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro dengan jumlah pengungsi 300 orang.

"Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dibantu unsur terkait telah mengevakuasi warga ke tempat pengungsian. Data sementara sebanyak 300 warga mengungsi sementara waktu di dua tempat," kata Muhari dalam keterangan resminya, Rabu (19/11/2025) malam.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: