Menjaga Masa Depan Laut: Ketahui Sejarah dan Makna Hari Perikanan Sedunia

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 21 November 2025 | 03:30 WIB
Nelayan menangkap ikan. (Foto/Freepik)
Nelayan menangkap ikan. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Setiap tanggal 21 November, dunia memperingati Hari Perikanan Sedunia sebagai bentuk penghargaan terhadap peran penting sektor perikanan bagi kehidupan manusia.

Peringatan ini dijadikan kesempatan untuk mengingatkan bahwa sumber daya ikan harus dijaga kelestariannya, hak-hak nelayan skala kecil harus dilindungi, dan praktik penangkapan ikan ilegal perlu dihentikan agar laut dan kehidupan pesisir tetap terjaga.

Sejarah Hari Perikanan Sedunia

Hari Perikanan Sedunia mulai diperingati sejak 1997, setelah komunitas nelayan dari berbagai negara berkumpul dalam Konferensi Dunia Perikanan di India.

Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperbaiki pengelolaan perikanan, melindungi mata pencaharian nelayan kecil, dan menjaga kesehatan laut. Dari sinilah tanggal 21 November dipilih sebagai hari khusus untuk merayakan kontribusi nelayan dan pentingnya menjaga keberlanjutan perikanan dunia.

Makna Hari Perikanan Sedunia

Peringatan ini memiliki arti yang luas, di antaranya:

1. Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kelestarian laut

Laut bukan hanya penyedia pangan, tetapi juga bagian yang menjaga keseimbangan ekosistem bumi.

2. Mengapresiasi nelayan dan pekerja perikanan*

Mereka berperan besar dalam menyediakan sumber protein bagi dunia, terutama masyarakat pesisir.

3. Memperjuangkan kondisi kerja yang layak*

Banyak nelayan, termasuk nelayan migran, bekerja dalam kondisi berisiko tinggi. Hari ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kesejahteraan mereka harus diutamakan.

4. Mendorong inovasi dan kerja sama global

Pengelolaan perikanan membutuhkan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan kolaborasi banyak pihak untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

Upaya Global dalam Mewujudkan Perikanan Berkelanjutan

Organisasi seperti WWF turut melakukan berbagai langkah untuk membantu perikanan beralih ke praktik yang lebih bertanggung jawab melalui Fishery Improvement Projects (FIPs) . Program ini melibatkan pemerintah, perusahaan, dan komunitas nelayan untuk memperbaiki cara penangkapan ikan dan pengelolaan laut.

FAO melalui laporan SOFIA 2024 menyebutkan bahwa pada tahun 2020, produksi perikanan dan akuakultur dunia mencapai 214 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu, konsumsi ikan di seluruh dunia terus meningkat sekitar 3% setiap tahun sejak 1961, lebih cepat daripada pertumbuhan penduduk global.

Walaupun masih ada tantangan terkait keberlanjutan stok ikan, sebagian besar hasil tangkapan kini sudah berasal dari sumber yang dikelola secara berkelanjutan. FAO juga memperkenalkan SSF Guidelines, pedoman internasional pertama yang berfokus pada perlindungan perikanan skala kecil dan peningkatan ketahanan pangan.


Fakta Menarik tentang Dunia Perikanan

* Lebih dari 58 juta orang bekerja di sektor perikanan tangkap dan akuakultur.
* 37% merupakan pekerja penuh waktu, 23% bekerja paruh waktu, dan sisanya nelayan musiman.
* Sekitar 15 juta orang bekerja di atas kapal penangkap ikan penuh waktu—pekerjaan dengan risiko tinggi.
* Konsumsi ikan global naik dua kali lebih cepat dibanding pertumbuhan penduduk.
* Laut menyediakan sekitar 17% protein hewani yang dikonsumsi manusia.
* Kerugian akibat penangkapan ikan ilegal mencapai miliaran dolar setiap tahun.
* Akuakultur semakin penting sebagai solusi penyedia pangan masa depan.

Peran Akuakultur di Tengah Perubahan Iklim

Dengan semakin tingginya permintaan pangan dan tekanan lingkungan, akuakultur (budidaya ikan) menjadi alternatif penting untuk menyediakan pasokan ikan tanpa membebani ekosistem laut. Budidaya yang dilakukan dengan baik dapat menjaga lingkungan dan tetap memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat global.

Untuk terus mengikuti diskusi dan perkembangan dunia perikanan, gunakan tagar:
*#ArtisanalFisheriesAquaculture #Fisheries #WorldFisheriesDay #SustainableFisheries*

World Fisheries Day mengingatkan kita bahwa laut bukan hanya sumber penghidupan—tetapi juga titipan yang harus dijaga bersama.

 (Rep/Shafira)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: