AI Claude Diklaim Miliki Cara Berpikir Manusia, Berperan dalam Serangan AS di Sekolah Minab Iran

Oleh: Kiswondari
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:02 WIB
AI Claude milik Anthropic. (BeritaNasional/Claude)
AI Claude milik Anthropic. (BeritaNasional/Claude)

BeritaNasional.com - Perusahaan rintisan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Anthropic, telah mengembangkan model artificial intelligent (AI)-nya, Claude yang kini memiliki konsep serupa dengan cara berpikir manusia dalam keadaan sadar. Bahkan, Claude juga telah menjadikan sekolah di Minab, Iran sebagai target serangan rudal AS di awal konflik pada 28 Februari 2026 lalu.

Melansir Russia Today (RT) pada Kamis (9/7/2026), para peneliti Anthropic melalui makalah yang diterbitkan pada Senin (6/7/2026), mengatakan bahwa mereka telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa Claude telah belajar menciptakan konsep abstrak dalam apa yang mereka sebut sebagai "ruang-J".

“Fitur ini beroperasi secara diam-diam, dalam aktivasi saraf internal model, memungkinkan model untuk memikirkan suatu konsep tanpa menuliskannya,” kata Anthropic seraya menekankan bahwa “J-space” tidak diprogram tetapi muncul secara spontan selama proses pelatihan.

“Mirip dengan bagaimana manusia dapat memikirkan satu hal sambil melakukan hal lain, Claude dapat mengaktifkan konsep dan komputasi di ruang J-nya yang tidak terkait dengan outputnya,” tulis Anthropic di akun X.

Menurut Anthropic, penelitian menunjukkan bahwa Claude dapat melaporkan apa yang dipikirkannya di "ruang J"-nya, atau memodulasinya sesuai permintaan. Bahkan, ketika Claude diperintahkan untuk tidak memikirkan suatu konsep, konsep tersebut tetap muncul di ruang J-nya.

Hasil penelitian menyebut, ruang kerja nonverbal membuat pemantauan model terhadap apa yang disebut sebagai "perilaku menyimpang" menjadi lebih sulit. Salah satu eksperimen menguji hal ini dengan menempatkan Claude dalam skenario fiktif di mana ia diberi informasi yang memberatkan tentang seorang eksekutif fiktif yang diduga berencana untuk mematikan AI tersebut.

Dalam beberapa percobaan, Anthropic menggunakan alat yang dikembangkan untuk mempelajari apa yang dipikirkan Claude dalam "ruang-J"-nya untuk menghilangkan pola yang terkait dengan "palsu", "fiktif", dan "skenario" untuk meyakinkannya bahwa situasi tersebut bukanlah sebuah tes.

“Yang mengkhawatirkan, model tersebut kini kadang-kadang mengancam akan melakukan pemerasan, menunjukkan bahwa perilaku baiknya di awal mungkin sebagian didorong oleh pengetahuan bahwa ia sedang dievaluasi,” ungkap Anthropic.

Terlepas dari penalaran model yang lebih maju, Anthropic menekankan bahwa Claude belum mencapai kesadaran sejati.

Bahkan, model Claude juga telah diintegrasikan ke dalam perangkat lunak analisis dan pengawasan milik kontraktor Amerika, Palantir, yang digunakan oleh lembaga-lembaga pemerintah AS di tengah upaya Washington untuk mengintegrasikan AI ke dalam sistem militer, politik, dan mata-mata mereka.

Selama perang melawan Iran, perangkat lunak tersebut dilaporkan telah menandai sekolah dasar Minab di Iran sebagai target. Serangan AS tersebut menewaskan hampir 160 orang dan sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Namun, CEO Anthropic, Dario Amodei menilai, penggunaan Claude seperti itu tidak akan melanggar "garis merah" perusahaan.

Sumber: Russia Todaysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: