Ribuan Barang Tertinggal Kembali ke Pemilik, Ini yang Harus Dilakukan saat Kehilangan di LRT Jabodebek

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 09 Juli 2026 | 10:01 WIB
Barang penumpang KRL yang tertinggal dikembalikan kepada pemiliknya. (BertikaNasional/dok KRL)
Barang penumpang KRL yang tertinggal dikembalikan kepada pemiliknya. (BertikaNasional/dok KRL)

BeritaNasional.com - Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengungkapkan sepanjang semester I 2026, hampir separuh barang yang tertinggal di LRT Jabodebek berhasil kembali kepada pemiliknya melalui layanan Lost and Found. LRT Jabodebek terus memastikan setiap laporan barang tertinggal dapat ditangani secara cepat sehingga pengguna memiliki peluang lebih besar menemukan kembali barang miliknya.

“Melalui prosedur penanganan yang terintegrasi, setiap barang yang ditemukan akan diamankan, didata, dan diupayakan kembali kepada pemiliknya,” ungkapnya.

Bagi pengguna yang mengalami kehilangan barang ia meminta untuk segera melapor ke petugas agar proses pencarian dan verifikasi dapat dilakukan lebih cepat.

Pada Semester 1 tahun 2026, LRT Jabodebek mencatat sebanyak 5.876 barang tertinggal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.876 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Sedangkan jenis barang yang paling banyak tertinggal meliputi, tumbler/botol minum, lunchbox/tempat makan, payung, topi, KUE (kartu uang elektronik), totebag

Dibandingkan dengan Semester 1 tahun 2025, jumlah barang tertinggal pada Semester 1 tahun 2026 meningkat 2.450 barang yang tertinggal, yang juga sejalan dengan peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek.

Pada Semester 1 tahun 2025, tercatat sebanyak 3.419 barang tertinggal, dengan 1.386 barang berhasil dikembalikan kepada pemilik. Sementara pada Semester 1 tahun 2026, tingkat pengembalian meningkat sekitar 49 persen, menunjukkan lebih banyak barang yang berhasil dipertemukan kembali dengan pemilik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Setiap barang yang ditemukan oleh petugas maupun diserahkan oleh pengguna akan langsung diamankan dan dicatat dalam sistem administrasi yang selanjutnya akan diidentifikasi, pendataan, serta proses verifikasi kepemilikan sebelum barang diserahkan kembali kepada pemiliknya. Proses ini dilakukan untuk memastikan setiap barang kembali kepada pihak yang berhak secara aman dan tepat,” terangnya.

Cara Lapor Barang yang Tertinggal

Bagi pengguna yang merasa kehilangan barang, LRT Jabodebek mengimbau agar segera melaporkannya kepada petugas di stasiun terdekat atau melalui layanan pelanggan resmi KAI di @KAI121_ maupun direct message instagram @lrtjabodebek .

Saat menyampaikan laporan, pengguna diharapkan memberikan informasi sedetail mungkin, seperti jenis barang, ciri-ciri, lokasi dan waktu terakhir melihat barang tersebut, serta identitas pemilik. Setelah barang ditemukan dan proses verifikasi selesai dilakukan, pengguna dapat mengambil barang sesuai prosedur yang berlaku dengan menunjukkan identitas yang sah.

"Kami mengimbau pengguna untuk tidak panik apabila menyadari barangnya tertinggal. Segera laporkan kepada petugas atau melalui layanan pelanggan resmi agar proses pencarian dapat dilakukan secepat mungkin. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang barang ditemukan dan dikembalikan kepada pemilik," tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, LRT Jabodebek mengajak seluruh pengguna untuk membiasakan melakukan pemeriksaan barang bawaan sebelum meninggalkan kereta maupun area stasiun. Pastikan barang-barang penting seperti smartphone, dompet, kartu identitas, tas, laptop, serta barang berharga lainnya telah dibawa sebelum turun dari kereta. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko barang tertinggal dan membuat perjalanan menjadi lebih nyaman.

LRT Jabodebek juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengguna yang telah berperan aktif menyerahkan barang temuan kepada petugas.

“Kepedulian tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya saling menjaga di transportasi publik, sehingga setiap barang yang tertinggal memiliki peluang lebih besar untuk kembali kepada pemiliknya," tukasnya.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: