Komandan Hizbullah Tewas di Tangan Israel, Iran Tak Tinggal Diam

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 25 November 2025 | 14:00 WIB
Ilustrasi tentara Israel. (Foto/www.idf.il)
Ilustrasi tentara Israel. (Foto/www.idf.il)

BeritaNasional.com - Serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut pada Minggu (24/11/2025) waktu setempat menewaskan seorang komandan senior Hizbullah Haytham Ali Al-Tabtabi. Insiden ini merupakan pembunuhan tingkat tinggi yang semakin memperburuk gencatan senjata yang telah berlangsung selama setahun di wilayah tersebut.

Militer Israel dan kelompok Hizbullah sama-sama mengonfirmasi kematian Al-Tabtabi. Israel menyatakan bahwa angkatan udaranya menyerang distrik Haret Hreik berdasarkan intelijen, mengidentifikasi Al-Tabtabi sebagai kepala staf de facto Hizbullah. 

Ia adalah veteran kelompok tersebut sejak 1980-an, pernah memimpin Pasukan Radwan elit, dan mengawasi operasi di Suriah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel bertekad untuk mencapai tujuannya dengan menyebut peran komandan yang terbunuh itu.

‘’Al-Tabtabi memimpin upaya peningkatan kekuatan dan persenjataan organisasi tersebut. Israel bertekad untuk mencapai tujuannya di mana pun dan kapan pun," kata Netanyahu yang dikutip dari Xinhua News pada Selasa (25/11/2025).

Reaksi Keras dari Lebanon dan Sumpah Balas Dendam Hizbullah

Hizbullah mengonfirmasi kematian Al-Tabtabi dalam apa yang mereka sebut sebagai "serangan berbahaya Israel," dengan menyatakan bahwa ia gugur "dalam pengorbanan untuk Lebanon dan rakyatnya." 

Kelompok tersebut menggambarkannya sebagai tokoh sentral dalam operasi militer mereka melawan Israel sejak awal berdirinya organisasi.

Dalam pernyataan yang mengonfirmasi kematian Al-Tabtabi, Hizbullah bersumpah bahwa kematiannya justru akan memperkuat tekad para pejuangnya untuk terus melawan Israel.

Serangan tersebut dilaporkan menghantam sebuah apartemen hunian di Haret Hreik, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 28 lainnya, menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Lebanon.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengecam serangan itu dengan keras. Aoun menyebut serangan itu sebagai "tanda lain pengabaian terhadap seruan berulang untuk menghentikan serangan dan menerapkan resolusi internasional," dan mendesak intervensi asing untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Ancaman Iran atas Kelakuan Israel terhadap Hizbullah

Meskipun Israel menegaskan komitmennya terhadap gencatan senjata yang disepakati pada November 2024, serangan hampir setiap hari dilaporkan terjadi di Lebanon selatan dan timur, serta beberapa serangan di Beirut, dengan dalih ancaman dari Hizbullah. 

Sejak gencatan senjata berlaku pada 27 November 2024, serangan Israel dan pelanggaran lainnya telah menewaskan lebih dari 330 orang dan melukai lebih dari 940 orang, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon per hari Jumat lalu.

Pembunuhan Al-Tabtabi memicu reaksi keras dari Iran. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada hari Senin bersumpah akan memberikan "tanggapan yang menghancurkan" kepada Israel.

Dalam pernyataan di media resminya, Sepah News, IRGC mengutuk "kejahatan brutal" Israel, menyebut penargetan Al-Tabtabi sebagai tindakan "yang mencolok dan teroris." Mereka menambahkan bahwa "poros perlawanan dan Hizbullah" berhak untuk membalas pembunuhan tersebut dan bahwa tanggapan tegas akan datang "pada waktu yang tepat."

Kementerian Luar Negeri Iran juga mengutuk serangan tersebut pada hari Senin, menyebutnya sebagai "agresi brutal" terhadap integritas teritorial dan kedaulatan nasional Lebanon.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: