Takut Stigma, 70 Persen Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Enggan Melapor

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 25 November 2025 | 16:15 WIB
Takut stigma, 70 persen perempuan dan anak korban kekerasan enggan melapor. (Foto/freepik)
Takut stigma, 70 persen perempuan dan anak korban kekerasan enggan melapor. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Berdasarkan hasil survei nasional 2025, sebanyak 70 persen korban kekerasan terhadap perempuan dan anak enggan melapor karena takut akan stigma. Karenanya, langkah pencegahan harus dimulai dari keluarga, yakni dengan melakukan edukasi dini.

“Kami terus tingkatkan akses dan mengurangi stigma, karena Jakarta yang bahagia itu bukan cuma slogan, tapi juga ketika setiap warganya merasa didengar dan didukung,” kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim di Jakarta, Selasa (25/11/2025). 

Dia menjelaskan, sebagai upaya menekan kasus kekerasan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan beberapa langkah, salah satunya dengan menyediakan layanan Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) yang beroperasi 24 jam dan telah menangani 1.698 korban hingga Oktober 2025.

Selain itu, sambung Chico, ada pula kampanye 16 Hari Anti Kekerasan yang digelar di seluruh kelurahan untuk mendorong warga agar berani dan tidak ragu melapor melalui pusat telepon (call center) 112 atau aplikasi JakLingko.

Chico menambahkan, tersedia juga Sistem Peringatan Dini di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mendeteksi potensi kekerasan lebih cepat.

Pemprov DKI juga membentuk Rumah Perlindungan dan Satgas Jaga Jakarta untuk memperluas dukungan bagi korban serta memperkuat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: