Hujan Ekstrem Selama 2 Hari, 4 Kabupaten di Sumatera Utara Dilanda Banjir dan Longsor

Oleh: Kiswondari
Rabu, 26 November 2025 | 10:37 WIB
Hujan ekstrem selama 2 Hari, 4 kabupaten di Sumatera Utara dilanda banjir dan longsor. (Foto/BNPB)
Hujan ekstrem selama 2 Hari, 4 kabupaten di Sumatera Utara dilanda banjir dan longsor. (Foto/BNPB)

BeritaNasional.com - Empat kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, yang meliputi Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, dilanda bencana akibat cuaca ekstrem secara bertubi-tubi pada hari Senin (24/11/2025) dan Selasa (25/11/2025). Selain korban jiwa, peristiwa ini juga mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.

Hasil laporan sementara yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Rabu (26/11), pukul 07.00 WIB, dari Kabupaten Sibolga, hujan ekstrem selama lebih dari dua hari telah memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Wilayah yang terdampak banjir ini meliputi Kelurahan Angin Nauli di Kecamatan Sibolga Utara, Kelurahan Aek Muara Pinang dan Aek Habil di Kecamatan Sibolga Selatan, Kelurahan Pasar Belakang dan Pasar Baru di Kecamatan Sibolga Kota.

Dari laporan visual, banjir mengalir cukup deras dan menghantam rumah, menyeret kendaraan hingga infrastruktur lain yang dilewatinya. Arus air itu juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan dan sampah rumah tangga.

Sementara untuk tanah longsor, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga dan Sibual-buali di Kecamatan Sibolga Utara. Berikutnya Kelurahan Parombunan dan Aek Mani di Kecamatan Sibolga Selatan, Kelurahan Pancuran Bambu, Pancuran Dewa dan Pancuran Kerambil di Kecamatan Sibolga Sambas. Selanjutnya Kelurahan Pasar Belakang, Pasar Baru dan Pancuran Gerobak di Kecamatan Sibolga Kota.

Dari bencana ini, satu warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan oleh tim kesehatan. Kerugian material untuk sementara mencakup 3 unit rumah terdampak termasuk 1 ruko. Beberapa akses jalan juga terdampak sehingga mengganggu mobilisasi warga.

sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: