8 Warga Meninggal dan 2.851 Mengungsi Akibat Banjir dan Longsor Tapanuli Selatan

Oleh: Kiswondari
Rabu, 26 November 2025 | 10:49 WIB
8 warga meninggal dan 2.851 mengungsi akibat banjir dan longsor Tapanuli Selatan. (Foto/BNPB)
8 warga meninggal dan 2.851 mengungsi akibat banjir dan longsor Tapanuli Selatan. (Foto/BNPB)

BeritaNasional.com - Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur selama dua hari berturut-turut pada Senin (24/11/2025) hingga Selasa (25/11/2025), menyebabkan banjir dan longsir di empat kabupaten di Sumatera Utara (Sumut). Dari wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, bencana banjir dan tanah longsor menyebabkan delapan warga meninggal dunia, 58 luka-luka dan 2.851 warga terpaksa harus mengungsi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, hasil kaji cepat sementara, dua bencana ini telah berdampak di 11 kecamatan yang meliputi Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan dan Angkola Muaratais.

"BPBD Tapanuli Selatan bersama tim gabungan pun mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup sejumlah akses jalan warga," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (26/11/2025).

Sementara itu, kata Muhari, sebanyak 50 unit rumah terdampak dan dua jembatan terputus akibat banjir serta tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara. BPBD dan tim gabungan melakukan pendataan dan merekomendasikan jalur alternatif Pangaribuan-Silantom sebagai akses jalan sementara.

Beralih ke wilayah Tapanuli Tengah, Muhari menjelaskan, sebanyak 1.902 unit rumah terdampak banjir di 9 kecamatan, antara lain Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam dan Pinangsori.

"BPBD Tapanuli Tengah dan tim gabungan mendirikan tenda pengungsi serta mendistribusikan bantuan sembako kepada warga terdampak," terangnya.

Dia menambahkan, seluruh pendataan seperti jumlah warga dan wilayah terdampak bersifat sementara. Data masih berpotensi mengalami perkembangan sesuai dari hasil kaji cepat lanjutan di lapangan.

sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: