Hari Planet Merah 28 November: Rayakan Keindahan dan Misteri Mars yang Memikat

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 27 November 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi Mars. (Foto/Freepik)
Ilustrasi Mars. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Setiap tanggal 28 November, dunia memperingati Hari Planet Merah, sebuah momen untuk merayakan pesona serta misteri planet Mars. 

Warna merah menyala yang tampak di langit malam menjadikan Mars sebagai salah satu objek langit yang paling mudah dikenali sekaligus paling banyak menarik perhatian manusia selama berabad-abad.

Julukan “Planet Merah” melekat karena permukaan Mars dipenuhi oksida besi elemen yang memantulkan cahaya kemerahan. Keunikan ini membuat Mars tak hanya menarik bagi ilmuwan, tetapi juga menginspirasi budaya populer, fiksi ilmiah, hingga penelitian jangka panjang mengenai kemungkinan kehidupan di luar Bumi.

Latar Belakang Hari Planet Merah

Peringatan Hari Planet Merah berakar dari peristiwa bersejarah dalam dunia eksplorasi antariksa, yaitu peluncuran wahana Mariner 4 pada 28 November 1964. 

Misi NASA ini menjadi pencapaian luar biasa dalam penjelajahan ruang angkasa karena Mariner 4 berhasil melakukan flyby pertama yang sukses di dekat Mars.

Wahana tersebut mengirimkan foto-foto permukaan Mars yang belum pernah dilihat manusia sebelumnya. 

Gambar-gambar itu mematahkan banyak mitos tentang Mars termasuk teori lama tentang adanya kanal buatan atau kehidupan cerdas di sana.

Sejak itu, minat manusia untuk meneliti Mars semakin besar, berkembang menjadi serangkaian misi yang lebih kompleks seperti Viking, Spirit–Opportunity, Curiosity, hingga Perseverance.

Penetapan Hari Planet Merah dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjalanan panjang eksplorasi Mars dan pencapaian teknologi antariksa yang mengubah pemahaman manusia tentang planet tetangga Bumi tersebut.

Sejarah Singkat Eksplorasi Mars

Penelusuran terhadap Mars sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum era teknologi modern.

* Ribuan tahun lalu, Mars dicatat dalam kalender kuno Babilonia, Mesir, dan Yunani.

* Akhir abad ke-19, teleskop modern membuat para astronom bisa melihat detail permukaan Mars dengan lebih jelas.

* Abad ke-20, dimulai era misi luar angkasa yang menghasilkan informasi lebih akurat.

* 1964, Mariner 4 menjadi pionir.

* 1976, misi Viking NASA melakukan pendaratan pertama yang berhasil.

* 2003–sekarang, rover Mars melakukan penelitian langsung terhadap tanah, batuan, serta jejak air purba.

Semua perjalanan ini menunjukkan betapa besarnya obsesi manusia terhadap Mars sebagai “planet masa depan”.

Makna Peringatan Hari Planet Merah

Peringatan ini memiliki beberapa makna penting, baik bagi dunia ilmiah maupun masyarakat luas:

1. Mengapresiasi Perkembangan Astronomi

Hari ini menjadi kesempatan mengenalkan astronomi dan eksplorasi ruang angkasa kepada publik dengan bahasa yang lebih membumi.

2. Mengingatkan Pentingnya Penelitian Mars

Mars merupakan kandidat utama untuk eksplorasi jangka panjang dan kemungkinan kolonisasi manusia di masa depan.

3. Refleksi atas Kemajuan Teknologi

Dari teknologi kamera ruang angkasa hingga rover modern yang bisa menganalisis tanah secara langsung, hari ini menyoroti betapa cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan.

4. Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu

Mars menjadi simbol rasa penasaran manusia terhadap apa yang ada di luar Bumi — sebuah dorongan yang membawa penemuan besar.

Fakta Menarik tentang Mars

Memiliki Gunung Terbesar di Tata Surya — Olympus Mons

Gunung berapi raksasa dengan tinggi sekitar 21 km, menjadikannya hampir tiga kali Gunung Everest.

Suhu Ekstrem dan Atmosfer Tipis

Atmosfer Mars sekitar 100 kali lebih tipis dari Bumi, membuat suhu bisa mencapai -120°C pada malam hari.

Bukti Air Purba

Foto dan sampel dari rover menunjukkan guratan sungai kuno, batuan sedimenter, hingga mineral yang hanya terbentuk oleh air.

Lama Hari Mirip Bumi

Satu hari di Mars (sol) berdurasi 24 jam 37 menit, hampir sama dengan durasi di Bumi.

Tujuan Utama Misi Manusia

NASA, ESA, hingga SpaceX berlomba mengembangkan teknologi agar manusia bisa mendarat di Mars dalam beberapa dekade ke depan.

Hari Planet Merah menjadi momentum untuk mengingat bahwa perjalanan sains tidak hanya soal penemuan baru, tetapi juga tentang memahami tempat kita di alam semesta.

(Rep/Novia Amelia)sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: